oleh

Shandy Purnamasari Minta Maaf Soal PFW

JAKARTA – Pengusaha sekaligus salah satu pendiri MS Glow, Shandy Purnamasari  mengunggah ulang permintaan maaf resmi dari MS Glow terkait Paris Fashion Week (PFW).

“Aku sangat menyesal tentang hal yang terjadi, aku hanya orang biasa, ‘seorang wanita di masa datang bulan,’” tulisnya di akun @shandypurnamasari.

Atas apa yang terjadi, Shandy mengaku menyesal dan akan menjadikan hal ini sebagai pelajaran ke depannya untuk tidak langsung terbawa emosi dalam menanggapi sesuatu.

“Akan jadi pembelajaran kedepan buat aku pribadi untuk bener-bener cek kebenarannya dulu sebelum ngegas,” tulis Shandy.

Istri dari Juragan 99 itu juga mengucapkan terima kasih karena sudah banyak mendapat masukan.

“Makasi masukannya buat aku I’m sorry to hurt you so much,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Shandy sempat berkomentar keras tentang produk mereka di event Paris Fashion Week.

Shandy  Purnamasari berkeras membenarkan tindakannya menggunakan hashtag Paris Fashion Week dalam unggahan Instagram karena mengikuti pagelaran busana Leanne Marshall.

“Ini IG @fashionweekonline di highlight yg paris ada runway @leannemarshallofficial dan mereka tulis #parisfashionweek,” tulis Shandy saat itu.

“Di IG Lean sebelum kita berangkat pun beliau posting dgn hastag #pfw di @fashionweekonline malah ga cuma Paris ada New York dan Milan Fashion Week,” imbuhnya.

Sementara itu, setelah kehebohan yang terjadi pihak MS Glow telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial mereka.

Awalnya mereka yang awam tentang event di luar negeri terbawa euforia.

Sehingga tanpa disadari hal itu membawa mereka dalam keributan tentang penggunaan nama Paris Fashion Week.

“Kami merasa ini kesempatan yang baik untuk mengenalkan produk dan budaya Indonesia di luar negeri,” tulis mereka di akun @msglowbeauty.

“Sampai hal tersebut banyak diperbincangkan, kami baru menyadari adanya ambiguitas informasi. Sekali lagi kami minta maaf atas meramaian yang terjadi,” tulis MS Glow.

MS Glow berharap pengalaman mereka mengikuti ajang fashion di Paris itu menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas agar tak lagi terjadi hal serupa ke depannya. (ben)

Berita Lainnya