TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), telah memetakan daerah rawan bencana Banjir dan daerah rawan terjadinya gerakan tanah atau longsor dengan potensi skala menengah.
“Gerakan tanah itu terjadi di Gunung Seriang sampai Bayangkara dan Peso Hilir. Zona ini yang riskan karena transportasi sudah ramai,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bulungan Ali Fatokah, Jumat (12/2/2021).
Masyarakat mutlak harus waspada karena pada zona ini akan terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Terlebih pada bagian area yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan.
“Yang juga riskan, simpangan Kilometer 4 Tanjung Selor menuju Tanah Kuning. Lalu di Desa Salimbatu menuju Silva Rahayu khususnya jalan kabupaten, kalau jalan provinsi otomatis dari batas Berau menuju KTT,” jelasnya.
Selama pantauan, dikatakannya, longsor yang menyebabkan jalan terpotong sudah terjadi di wilayah Baratan atau Gunung Seriang, Kecamatan Tanjung Selor. Lalu di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur dan Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung Selor.
“Terakhir di Kecamatan Sekatak, karena jalur airnya kecil. Lokasi longsor dan tanah terbelah kebanyakan di pinggir jalan, tidak ada yang di kawasan pemukiman,” ucapnya.
Untuk potensi longsoran di Bulungan, pihaknya memantau masih dalam kondisi sedang atau menengah. BPBD pun rutin memberikan sosialisasi terkait waspada daerah rawan bencana.
“Setiap hari kami patroli memberikan imbauan agar waspada,” katanya.(*)












Komentar