RIAU – 667 nelayan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau mendapatkan bantuan paket konverter kit (konkit) Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan melalui penggunaan bahan bakar hemat energi.
“Alhamdulillah ada bantuan dan uang dari penghematannya untuk biaya sekolah anak,” ungkap Supriyadi (41) salah satu dari 667 nelayan Kampar yang dapat bantuan.
Supriyadi yang telah 22 tahun menjadi nelayan berharap pembagian konkit LPG 3Kg bisa bermanfaat bagi perekonomian keluarganya. Sebelumnya, ia harus mengeluarkan biaya bahan bakar sekitar Rp30.000 untuk membeli 3 liter BBM atau Rp120.000 untuk 4 hari melaut. Sedangkan menggunakan bahan bakar LPG 3 kg, hanya dibutuhkan 1 tabung seharga Rp25.000. “Hematnya banyak. Saya mau tabung selisihnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, biaya sekolah anak,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Jon Hendri (41) yang sudah lama berharap dapat paket bantuan tersebut.
“Akhirnya kebagian paket bantuan Pemerintah ini. Saya berharap selama 2 tahun terakhir ini, semoga saya juga kebagian. Alhamdulillah tahun ini terwujud,” ujarnya.
Menurutnya, ia mendapatkan paket ini saat rumahnya didatangi petugas dari desa. Setelah disurvei, ia diminta menyerahkan persyaratan untuk mendapatkan paket perdana. “Tidak susah kok syaratnya. Saya lengkapi semuanya,” tambah Jon.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas yang diwakili Kepala Seksi Pengawasan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Sugiarto, mengungkapkan, di tahun 2020 Pemerintah membagikan 25.000 paket perdana konversi untuk nelayan. Rencananya tahun depan meningkat menjadi 28.000. Untuk itu, ia mempersilakan Pemda untuk menyampaikan usulan nelayan yang akan menerima paket perdana.
Sugiarto juga meminta agar nelayan penerima paket perdana ini dapat memanfaatkan bantuan dengan baik. “Mohon ke nelayan penerima agar dirawat, dijaga karena ini barang bantuan Pemerintah yang manfaatnya besar sekali untuk menghemat biaya melaut,” tambahnya.
Sebelumnya, ada 406 nelayan Kampar juga mendapatkan bantuan serupa pada tahun 2018. Konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran merupakan salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. LPG dipilih sebagai energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah didapat. Selain itu, menghemat pengeluaran bahan bakar mesin untuk melaut.
Kriteria penerima paket perdana konversi untuk nelayan adalah nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT, kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP, alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis dan memiliki Kartu KuSUKA. (*/arl)











Komentar