oleh

FPI dan PA 212 Mau Aksi 1310, PDIP: Apa Masih Punya Nyali?

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul angkat bicara soal rencana demo buruh hingga Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan GNPF Ulama, yang menamakan aksinya 1310.

Ruhut ragu demo tersebut akan besar seperti aksi penolakan Omnibus Law UU Ciptaker pada 8 Oktober 2020 lalu.

“Jadi, yang mau demo lagi, ya, aku hanya ingin menanya, apa masih punya nyali demo? Melihat peristiwa kemarin? Dan Bapak Joko Widodo presiden kita, ibarat kepalang mandi, basah. Enggak pernah setengah-setengah,” ujar Ruhut.

Baca Juga:   Habib Rizieq dan Anies Bertemu, Ini Isi Pertemuannya

Dia menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengeluarkan pernyataan bahwa RUU Ciptaker dibutuhkan bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Melihat statement-statement beliau kemarin mengenai UU Ciptaker, apa lagi yang mau diributkan? Sudah jelas kok terang benderang. Itu semua bagaimana Indonesia ke depan semakin cepat bangkit,” jelasnya.

Belum lagi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang optimistis pertumbuhan ekonomi bisa kembali 5 persen jika omnibus RUU Ciptaker ini diberlakukan.

“Jadi yang mau demo-demo itu, sudahlah. Dan ingat, yang demo kemarin saja siapa di belakangnya sudah mulai terbongkar kan. Sudah mulai nyanyi yang pada ditangkap itu. Siapa-siapa di belakangnya mengompori mereka, begundal-begundal provokator itu kan,” tutur mantan anggota Komisi III DPR ini.

Baca Juga:   PDIP Sambut Deklarasi Anies - Cak Imin sebagai Momen Untungkan Ganjar

Termasuk, katanya, polisi menemukan adanya perusuh-perusuh yang dibayar, bahkan tidak mengetahui apa yang mereka demo.

“Jadi, kalau aku, kalau masih ada demo dari buruh, sudah beri pelajaran saja kepada pimpinan-pimpinan buruh itu. Apa demo damai? Kalau sudah ada provokator-provokator, apalagi ada Anarko, enggak ada lagi itu yang damai. Tetapi Anarko-nya kan sudah ditangkap semua,” kata Ruhut.

Baca Juga:   Fadli Zon Ikutan Jadi Penjamin Habib Rizieq

Lantaran itu, Ruhut tidak yakin bakal ada demo lanjutan seperti 8 Oktober lalu. Apalagi aksi unjuk rasa membutuhkan biaya.

“Demo itu perlu duit, demo sekarang enggak ada yang moral force, kekuatan moral tidak ada, semua kekuatan duit. Apa masih ada lagi penyandang dana setelah melihat kemarin. Berani mau menjadi penyandang dana lagi? Karena itu, kalau mau demo aku tantang, berani enggak demo lagi. Itu saja. Jadi enggak ada itu,” tegasnya. (jpn/sam)

Komentar

Berita Lainnya