BANDUNG — Tim SAR untuk pencarian korban bencana longsor di Kampung Warungkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, hingga saat ini, Selasa (12/1/2021), sudah menemukan 16 orang.
Terakhir ditemukan tadi pagi (hari ini) sekitar pukul sekitar pukul 08.00, namun belum disebutkan jenis kelaminnya.
Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah mengatakan, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Sawahdadap untuk diidentifikasi petugas tim DVI Polda Jabar.
Sementara itu korban yang diduga hilang dan terkubur kini sudah tercatat namanya meskipun baru bersifat sementara.
“Dengan ditemukannya korban pagi tadi, total korban yang sudah ditemukan per Selasa siang ini menjadi 16 orang. Itu artinya korban yang masih tertimbun diperkirakan tinggal 24 orang. Itu pun baru dugaan, jumlah korban bisa saja berubah,” kata Deden.
Deden menyebut, pencarian hari ini masih tetap dilakukan seperti operasi Senin kemarin, yaitu dibagi menjadi 3 Sektor. Sektor 1 membersihkan material dengan menggunkan dua unit excavator. Sektor 2 di belakang masjid An- Nur, dan sektor 3 di lapangan voli.
“Petugas fokus melakukan penyisiran korban di sektor 2 dan 3. Karena diperkirakan di seputar inilah diduga terdapat banyak korban yang tertimbun material longsor,” jelasnya.
Deden menyebut, peralatan yang digunakan meliputi dua unit alat berat, dua unit alkon, peralatan ekstrikasi, peralatan komunikasi, peralatan medis dan APD personel.
“Sementara unsur SAR yang terlibat yaitu Basarnas Bandung, BPBD, PUPR, TNI/POLRI, PMI Sumedang ,Dinkes Sumedang, dan Potensi SAR Jateng. Total kekuatan personel unsur SAR yang terdaftar di posko sejumlah 1.108 personil,’ ucapnya.
Sementara itu informasi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat, warga terdampak mengungsi secara tersebar di rumah penduduk. Kerugian material, rumah rusak berat 14 unit dan tempat ibadah 11 unit.
Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Tanah Longsor menginformasikan, proses evakuasi terkendala cuaca hujan di sekitar lokasi bencana. Proses evakuasi kerap dihentikan karena kondisi hujan.
Di samping itu, jalur evakuasi melalui mobil ambulans terkendala dengan akses jalan sempit dan pergerakan orang.
Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menetapkan status tanggap darurat bencana Banjir dan longsor pada 9 – 29 Januari 2021.
Penetapan tersebut melalui SK Bupati Nomor 21 Tahun 2021 tentang penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kecamatan Cimanggung dan Kecamatan Jatinagor, Kabupaten Sumedang.
Dalam merespons kondisi darurat, BNPB memberikan bantuan logistik berupa masker dan makanan siap saji. BNPB juga menyerahkan bantuan dana siap pakai (DSP) Rp1 miliar, pada Minggu (10/1). (*)











Komentar