oleh

Pertama Diperiksa KPK, Azis Syamsuddin tak Mau Berkomentar

JAKARTA – Politisi Partai Golkar dan mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Azis Syamsuddin menjalani pemeriksaan perdana di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap terkait penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah.

“Hari ini diagendakan pemeriksaan tersangka AZ di Gedung Merah Putih,” kata Pelaksana tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Senin (11/10/2021).

Ali berjanji KPK akan memberikan informasi apabila pemeriksaan terhadap Azis sudah selesai.

Azis tiba di Gedung KPK dari Rumah Tahanan Negara Polres Metro Jakarta Selatan pada Pukul 12.00 WIB.

Baca:   Polri Harus Tindak Tegas Oknum Polisi Penjual Senpi ke KKB Papua

Sekitar tiga jam kemudian, Azis keluar dari Gedung Merah Putih KPK didampingi pengawal tahanan.

Keluar dari Gedung KPK mengenakan kemeja batik dilapisi rompi oranye dan masker, tangannya diborgol.

Azis tak mengucap sepatah kata pun dan langsung masuk mobil tahanan tanpa menjawab pertanyaan para awak media.

Pihak KPK menetapkan Azis sebagai tersangka suap mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju. Ia diduga memberi uang sekitar Rp3,1 miliar dari komitmen awal Rp4 miliar.

Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Ia terancam pidana 5 tahun penjara.

Baca:   KPK Juga Amankan Istri Menteri KKP, Pejabat dan Belasan Orang dari Swasta

Mantan ketua komisi III itu dijemput paksa di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2021).

Azis menjalani penahanan terhitung sejak 24 September hingga 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Jakarta Selatan.

Kasus ini bermula ketika Azis dan Stepanus bertemu pada Agustus 2020 lalu.

Dalam pertemuan itu, Azis meminta tolong kepada Stepanus agar bisa mengurus kasus yang melibatkan dirinya dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado.

Stepanus dan rekannya yang merupakan seorang pengacara bernama Maskur Husain mencapai kesepakatan untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza asal diberi imbalan Rp2 miliar dari Azis dan Aliza.

Baca:   Amitabh Bachchan Bikin Cemas Penggemar, Ternyata Hanya Operasi Ini

Azis memberi uang tiga kali secara bertahap. Pemberian pertama sebesar US$100 ribu. Kemudian sejumlah Sin$17.600, dan terakhir Sin$140.500.

Uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan  Stepanus Robin dan Maskur Husain untuk menjadi mata uang rupiah.

“Saat menukarkan uang itu, mereka menggunakan identitas pihak lain,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam konferensi pers penahanan Azis, Sabtu (25/9/2021). (*)

Komentar

Berita Lainnya