oleh

600 Mualim Pendidikan Al-Qur’an Ikuti Sertifikasi Nasional

SIBERINDO.CO – Direktur Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Basnang Said, menyambut baik inisiatif LPQQ Indonesia untuk menggelar Standarisasi, Sertifikasi Nasional dan Training of Trainer (TOT) Muallim Al-Qur’an Tingkat Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu unsur penting dalam membangun pendidikan agama Islam yang mampu menjawab perubahan zaman.

Hal ini disampaikan Basnang Said saat memberi sambutan pada kegiatan LPQQ Indonesia yang berlangsung Aula Kampus Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung. LPQQ Indonesia adalah Lembaga Pembelajaran Qira’atil Qur’an Indonesia, sebuah gerakan nasional yang berfokus pada pengentasan buta aksara Al-Qur’an di berbagai kalangan masyarakat.

Sertifikasi dan standardisasi ini diikuti sekitar 600 muallim dan muallimah dari berbagai daerah di Jawa Barat. Forum ini tidak sekadar menjadi ajang sertifikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membaca tantangan pendidikan agama Islam sekaligus menyiapkan tenaga pendidik Al-Qur’an yang lebih kompeten.

“Pendidikan agama tidak cukup hanya dilihat dari keberadaan lembaga dan aktivitas pembelajaran. Kualitas proses pendidikan juga harus menjadi perhatian, termasuk kompetensi pendidik, sistem pembelajaran, serta kemampuan lembaga dalam melakukan evaluasi dan pengembangan secara berkelanjutan,” terang Basnang, Minggu (9/8/2026).

“Dalam konteks pendidikan Al-Qur’an, posisi muallim menjadi sangat penting karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat dan peserta didik. Karena itu, peningkatan kompetensi muallim melalui proses standarisasi, pelatihan, dan sertifikasi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan Al-Qur’an,” sambungnya.

Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Aziz Syafiuddin menyoroti tantangan yang dihadapi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan kebutuhan masyarakat. TPQ, menurutnya, memiliki posisi strategis dalam memberikan pendidikan dasar Al-Qur’an kepada masyarakat. Namun, keberlanjutan dan kualitas TPQ sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

“Muallim dan muallimah dituntut tidak hanya memiliki kemampuan dalam membaca dan mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami karakter peserta didik, mengembangkan metode pembelajaran, serta beradaptasi dengan tantangan pendidikan di era modern,” paparnya.

“Karena itu, penguatan SDM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun TPQ yang berkualitas,” lanjutnya.

Ketua Umum LPQQ Indonesia, Mahbub Sholeh Zarkasyi, menekankan pentingnya sistem pembelajaran yang terstruktur dalam proses pengajaran Al-Qur’an. Menurutnya, pembelajaran klasikal dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menciptakan proses belajar yang lebih sistematis dan efektif.

Mahbub menegaskan komitmen LPQQ Indonesia untuk terus memperkuat kompetensi para muallim melalui program standarisasi, sertifikasi, dan Training of Trainer. Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 600 muallim dan muallimah, kegiatan di Bandung ini menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik Al-Qur’an di Jawa Barat.

Lebih dari sekadar memperoleh sertifikat, para peserta diharapkan membawa pulang pengetahuan, standar kompetensi, dan pola pembelajaran yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

 

Berita Lainnya