oleh

Ratusan Ninik Mamak Unjuk Rasa ke PT Supreme Energy

SOLOK – Ratusan niniak mamak yang tergabung dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN) Alam Pauhduo, Kecamatan Pauhduo, Kabupaten Solok Selatan, bersama tokoh masyarakat menggelar unjuk rasa ke Perusahaan Panas Bumi PT. Supreme Energy, Selasa (8/6/2921)

Unjuk rasa yang dipimpin ketua KAN Yusaldi Dt. Mudo tersebut menuntut janji perusahaan terhadap ninik mamak sebagai pemilik tanah ulayat.

Dalam orasinya, mereka menuntut perusahaan memenuhi janji yang disampaikan saat awal pembangunan sumber energi listrik berkapasitas 30 Mw itu.

Janji perusahaan yang telah dibuat saat unjuk rasa pertama tahun 2009 silam, di antaranya adalah penerimaan karyawan diutamakan warga Pauhduo sebesar 60 persen dan dari luar Pauhduo sebesar 40 persen.

Baca:   Catat, Pegawai BUMN Dilarang Ke Luar Kota Pada Libur Imlek!

Namun kenyataannya tidak berapa banyak orang dari warga Pauhduo yang diterima di perusahaan dimaksud.

Selain itu perusahaan juga menjanjikan kontribusi 15 persen dari penghasilan perusahaan setelah menghasilkan.

Ditambah lagi tidak selesainya ganti rugi tanah areal pembangunan perusahaan.

Lalu, tidak melibatkan ninik mamak dalam proses ganti rugi dengan anak kemanakan yang telah memanfaatkan lahan tersebut sebelumnya untuk perladangan.

Baca:   Catat! Unjuk Rasa Penolakan UU Cipta Kerja Sah dan Harus Dihormati

Ketua KAN Alam Pauhduo Yusaldi Dt. Mudo mengatakan, aksi unjuk rasa ninik mamak ini melibatkan dubalang, bundo kanduang dan tokoh masyarakat lainnya di Kecamatan Pauhduo hasil pemekaran Kecamatan Sungaipagu ini.

“Kami telah bebera kali melayangkan surat ke pihak perusahaan, namun tidak direspon. Kami pernah ingin menemui petinggi perusahaan tapi tidak dilayani,” ujar Yusaldi Dt. Mudo.

Unjuk rasa ke PT. Supreme Energy itu, sempat diadang petugas keamanan dari Polres Solok Selatan dan penghubung Kodim 0309 Solok, di gerbang masuk kantor Pt. Supreme Energy.

Baca:   Stop Seluruh Kegiatan, Akhir Pekan 'Jateng di Rumah Saja'

Namun massa yang terus mendesak ingin masuk gedung utama, akhirnya berhasil menerobos blokade.

Mereka berorasi di depan gedung dekat pintu gerbang masuk sambil membentangkan spanduk dan liflet yang bertuliskan ”Perusahaan ingkar janji, petinggi perusahaan pembohong, tepati janji mu, jangan kami dibodohi ”

Para petinggi perusahaan tidak mau menemui pengunjuk rasa dengan alasan takut terpapar Covid-19.

Unjuk rasa berakhir pukul 12.00 wib, setelah beberapa perwakilan ninik mamak menemui bupati untuk proses penyelesaian. (aj/MP)

Komentar

Berita Lainnya