MANADO – Gunung Karangetang di Kabupaten Pulau Siau, Sulawesi Utara, terus menunjukkan aktivitas meningkat.
Selain mengeluarkan percikan api, semburan abu vulkanik pun terus terjadi selama sepekan terakhir.
Menghindari dampak semburan abu vulkanik, warga diimbau tak beraktivitas pada jarak 1,5 kilometer dari puncak kawah pulau gunung ini.
Gunung Karangetang, terletak di Pulau Siau di sebelah utara Manado, di perairan yang berbatasan dengan Davao, Filipina. Saat ini Karangetang berstatus level dua atau waspada.
Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat, aktivitas munculnya sinar api dari kawah gunung sudah berlangsung sejak Desember 2021 hingga minggu kedua Januari 2022.
Gunung Karangetang memiliki dua puncak kawah, yakni kawah selatan dan utara. Sinar api terus muncul dari kawah utara.
Terus munculnya sinar api, itu karena dapur magma Gunung Karangetang dangkal.
“Saluran dari dapur magma itu lancar, ditambah ada saluran tembus sampai di atas puncak kawah,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudi Tatipang, Januari lalu.
Tak hanya Karangetang, Gunung Ile Lewotolok di Flores, Nusa Tenggara Timur pun kembali menunjukkan aktivitas meningkat.
Jumat (11/2/2022) gunung ini kembalu meletus setelah letisan yang terjadi Selasa (8/2/2022). Tercatat 21 kali letusan dan 65 kali gempa hembusan.
Petugas Pemantau Gunung Api Joni Pugel mengatakan, ketinggian abu vulkanik mencapai 50-300 meter dari kawah gunung. Warga pun diimbau tetap waspada.
“Aktivitas gunung api Ile Lewotolok meningkat pagi ini, terjadi 21 letusan dan ketinggian abu mencapai 300 meter. Selama 24 jam terakhir terjadi gempa tremor,” katanya, Selasa (8/2/2022).
Dia menjelaskan, aktivitas gunung api ini terus meningkat pada malam hari. Warga diminta m tetap waspada dan tidak melakukan kegiatan pada radius 3 Km.
“Status gunung api Ile Lewotok saat ini masih dalam level 3 siaga. Hingga siang ini, letusan masih terjadi,” ujarnya. (*/Siberindo.co)
– dari berbagai sumber









