oleh

Dihajar Petugas, Natalia: Darah Penuhi Masker dan Pakaian

WAINGAPU – Sagita Desly Natalia Manek, warga Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur diduga jadi korban tindakan aparat dalam operasi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes).

Operasi ini dilakukan bersama antara Satuan Pol PP Kabupaten Sumba Timur dan Kodim 1601.

Natalia Manek yang ditemui di kediamannya, Sabtu (9/1/2021), mengatakan, dia dipukul petugas yang sedang melakukan operasi di Kota Waingapu, Jumat (8/1/2021) malam.

Menurut Natalia, sekitar pukul 22.00 Wita ia dibonceng temannya, Aldo, melintas di jalan raya depan Taman Kota Waingapu. Mereka saat itu dari arah Payeti hendak pulang.

Ketika melintas, ada petugas sedang melakukan operasi penertiban prokes.

“Saat itu, saya pakai masker. Aldo tidak. Saat kami lewat ada petugas yang teriak ‘woi’. Mereka tidak berhentikan baik-baik tapi ada yang langsung pukul saya pakai kayu,” kata Natalia.

Dijelaskan, saat itu ia merasa darah menetes dari wajahnya. Dia kira dari dahi. Ternyata darah keluar dari hidungnya.

Mereka tidak berhenti, tetapi langsung ke Rumah Sakit Imanuel. “Saat itu darah keluar cukup banyak dan tidak berhenti. Masker, pakaian  saya penuh darah, bahkan kaca spion motor saja ada darah,” katanya.

Ditanyai mengapa saat itu mereka tidak berhenti, ia mengaku takut karena sudah dipukul.

“Saya heran, saat itu saya pakai masker kok, kenapa saya yang jadi korban. Kami tidak berhenti, karena saat kita jalan saja sudah dipukul, apalagi kalau berhenti. Kita takut malah dikeroyok. Terus terang, saya rasa takut,” ujarnya.

Didampingi ibu kandungnya serta beberapa saudara, Natalia mengatakan, setelah keluarga mengetahui kejadian itu, sempat mencari petugas yang diduga memukulnya dengan tujuan apakah ada niat baik dan tindakan apa yang harus dilakukan.

“Kita lihat jelas yang pukul ini pakai pakaian Pol PP, hanya saja tidak bisa melihat jelas muka atau wajah karena gelap,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, dia bersama keluarga ke Polres. Sebelum memberi laporan, ia dan keluarga bersama polisi bertemu lagi dengan satuan Pol PP. Setelah itu barulah ke Polres Sumba Timur lagi untuk memberikan laporan.

Ditanyai bagian tubuh yang dipukul, ia mengatakan, lengan kanan, hidung dan dahi. “Itu yang saya rasa dan tidak tahu mungkin ada bagian lain yang juga terkena pukulan,” katanya.

“Saya tidak hitung berapa kali saya dipukuli, tapi yang saya rasa lebih dari satu atau dua kali. Kalau satu kali saja tidak mungkin saya seperti ini,” ujarnya lagi.

Dia mengaku telah divisum dan sudah melapor ke polisi. Ia beharap kasus itu diusut tuntas.

Pihak keluarga Natalia mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi. “Kami butuh keadilan. Kasus ini harus diusut sampai tuntas,” ujar ibu kandung Natalia.

Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut

Menurut Handrio, korban sudah membuat laporan polisi pada Sabtu (9/1/2021) pukul 02.00 Wita.

Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E, M.I.Pol yang dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini tidak ada laporan kasus tersebut ke Kodim 1601 Sumba Timur. (*)

Sumber: pos-kupang.com

Komentar

Berita Lainnya