JAKARTA – Gelombang massa partisipan penjemput Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shibab di Bandara Soekarno-Hatta sangat spontanitas.
Demikian dikatakan Anggota DPR RI Fraksi PPP Achmad Baidowi (Awiek) di Jakarta, Selasa (10/11/2020).
“Nah saya kira tadi cukup luar biasa sambutannya itu. Itu spontanitas ya. Maklumlah namanya pengikut satu per satu berangkat. Tidak ada janjian. Mungkin perasaan dia sendiri yang berjalan ke sana. Yang lain pun juga merasa saya sendiri jalan ke sana. Tapi ternyata sampai di bandara ribuan orang,” terangnya.
Kendati begitu, Awiek sangat menyayangkan tidak adanya antisipasi dari pemerintah meskipun menganggap kehadiran Rizieq hal yang biasa.
“Banyak itu macet. Harusnya kan ada upaya, misalkan mengimbau kepada masyarakat, karena ini berbarengan dengan kedatangan Rizieq yang dikhawatirkan ada titik kumpul massa, maka sebaiknya warga masyarakat itu untuk menjadwalkan ulang penerbangannya ataupun. Ini kan, loss aja begitu, akhirnya yang menjadi korban masyarakat (lain),” terangnya.
Awiek juga menyinggung ketidakhadirannya pemerintah dalam mengantisipasi kelonjakkan massa. Minimal, memberikan informasi kepada calon penumpang di luar penyambut Rizieq itu disampaikan.
“Ada prediksi, ada skema. Ini kan saya gak liat skema. Yang ada hanya rekayasa lalin di tingkat lokal,” jelasnya.
Dirinya merasa, pemerintah lupa kalau Rizieq itu ada pengikut fanatik. Sebab menurutnya, jika orang yang sudah fanatik tidak bisa dibendung.
“Nah ini semua harus jadi cacatan-catatan bagi pemerintah, bagi kita semua, ke depan apabila ada hal-hal seperti ini, antispasinya harus dari awal gitu,” tandasnya. (sam)











Komentar