JAKARTA – Pakar Telematika Roy Suryo menjelaskan maksud analisis face komparator, terkait video porno mirip artis Gisella Anastasia .
Menurut dia, dalam melakukan analisis terdapat sejumlah tingkat kesulitan. Analisis tidak dilakukan secara asal.
“Untuk memperbandingkan sebuah video asli atau tidak, kita tidak boleh asal, atau yang lagi rame di dunia maya cara cucoklagi. Misalnya ada orang bilang gordennya sama, plafonnya sama, tv-nya mirip. Itu nggak boleh,” ujar Roy Suryo kepada beepdo.com grup Siberindo.co, Selasa (10/11/2020).
“Semua harus menggunakan metode ilmiah yang scientifik. Sejak jaman dulu saya menggunakan ini, tetapi sekarang lebih mudah, sudah banyak sofwarenya,” imbuhnya.
Metode perbandingan yang digunakan Roy Suryo dengan membandingkan matriks wajah, seperti bentuk dan jarak alis.
Bentuk dan jarak mata, bentuk hidung, bibir dan bentuk wajah secara keseluruhan.
“Antara video yang viral19 detik dengan artis GA yang saya ambil dari akun dia, ada di IG dan media sosial yang lain ketemu kecocokan 72-74%,” jelasnya.
“Cara ini bisa kemudian dilanjutkan dengan merge, yaitu disambungkan kedua wajah itu. Seberapa bedanya dia, itu kemudian bisa kita analisa,” sambung Roy.
Ketika menganalisa, Roy menemukan kesulitan lantaran penampilan GA sendiri sering berubah-ubah.
“Namun untuk artis GA ini memang sedikit berbeda dan unik. Karena artis ini cukup sering memperbaiki penampilan, mulai hidungnya, matanya, pipinya,” lanjut Roy.
“Jadi dari gambar sampel dia sendiripun, saya uji dia sendiri dibandingkan dia sendiripun hasilnya 90% tidak sampai 100. Ini yang kemudian membuat kita harus hati-hati, jangan cepat memvonis,” sambungnya.
“Makanya saya selalu mengatakan hormati azas praduga tidak bersalah. Karena bagaimanapun juga, ini software perangkat lunak pembantu, nantinya bisa diperbandingkan dengan uji forensik Kepolisian dengan memperbandingkan tanda di tubuh,” tandasnya. (sam)











Komentar