JAKARTA – Kebijakan Gubernur DKI, Anies Baswedan terkait penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta terus menuai kritik dan panen hujatan. Salah satunya datang dari politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Ferdinand menegaskan, kebijakan yang diambil lantaran meningkatnya penderita Covid-19 di Jakarta itu, tidak akan terjadi kalau Anies sedari awal tidak sok pintar.
“Klaim kota paling siap hadapi covid, efek kejut antrian angkutan umum, bersyukur temukan positif covid. Lalu ijinkan demo dan kerumunan politik, berlakukan ganjil genap namun sekarang malah tarik rem darurat. Andai dari dulu bapak tidak sok pintar sendirian, Jakarta kaga bakal begini pak Gub,” tulis dia dalam akun twitter pribadinya, Kamis (10/9/2020).
Cuitan Ferdinand langsung dikomentari netizen. Rata-rata mereka mendukung cuitan Ferdinand.
Akun @Vangekost2 salah satunya. “Bu Risma aja sampe sekarang masih rutin keliling blusukan untuk menegur dan mengingatkan masker dan jaga jarak. Itu saja masih was-was sama peningkatannya. Nah wan aibon malah bolehin kegiatan-kegiatan di atas. Ya jelas ambyaaarr, di situ kadang saya merasa auk ah,” tulisnya.
Kemudian akun @rewo_rewoo. “Ibarat sopir (wan abud) adalah sopir pocokan, enggak punya SIM disuruh jalanin mobil, sruduk sana sruduk sini, yang penting tujuannya tercapai,” kicaunya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat keputusan rem darurat maka Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Artinya, sebagian besar aktivitas masyarakat dilakukan dari rumah termasuk kegiatan perkantoran.
Kebijakan ini rencananya mulai diberlakukan pada 14 September 2020 mendatang. (sam)











Komentar