oleh

Warga Desa Taan Tertipu Pinjaman Kredit Ratusan Juta Rupiah

MAMUJU–Ratusan warga Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, resah akibat dikelabui pinjaman kredit ke koperasi simpan pinjam. Warga tertipu kredit yang dibayar harian atau mingguan lantaran ditagih padahal mereka tidak pernah terima uang.

Motifnya jelas, warga Dusun Kalimbua ini dimintai persyaratan berupa KTP dan KK untuk bisa mencairkan kredit dengan pilihan dibayar harian atau mingguan. Fatalnya, mereka difasilitasi warga bernama Arfa (40) untuk berhubungan dengan depkolektor. Tidak tanggung-tanggung perempuan bernama Arfa ini mampu mendapatkan ratusan nasabah dan berkasnya diserahkan ke depkolektor.

Belakangan diketahui dari koperasi simpan pinjam, bahwa utang total seluruh nasabah yang ada di Dusun Kalimbua mencapai Rp.300 juta lebih. Sementara, Arfa yang memfasilitasi warga dengan koperasi sudah meninggalkan Kalimbua.

“Kami melihat ini benar-benar sudah penipuan,” kata Kepala Desa Taan, Rahmat Kasim, Senin (10/01/2022).

Menurut Rahmat, warganya sama sekali tidak menyangka jika harus membayar kredit ke koperasi, sementara mereka tidak pernah menerima uang. Setelah ditelusuri, ternyata ada oknum warga yang pura-pura memfasilitasi ke koperasi simpan pinjam. Setelah uangnya diterima tidak diserahkan ke warga yang namanya dicatut tersebut.

“Ratusan warga kami jadi korban penipuan, sementara yang bersangkutan sudah menghilang. Sampai saat ini, kami tidak tahu dia bersama suaminya kabur kemana,” kata Rahmat. Sehingga, dia meminta kepada warga Kalimbua untuk tidak usah terlalu resah.

“Kalau para kolektor datang menagih, sampaikan saya sudah ambil alih masalah ini. Suruh temui saya kalau mereka datang,” tegas Rahmat lagi.

Sementara itu, warga Kalimbua Nurdin, yang juga anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Taan, mengatakan masalah ini sudah dikoordinasikan Kepala Desa Taan ke Polsek Tapalang.

Menurut Nurdin, kegiatan perempuan Arfa yang memfasilitasi warga dengan kolektor koperasi tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun. Arfa disebut membujuk warga lainnya terutama ibu rumah tangga ketika suaminya sedang mencari nafkah.

“Belakangan diketahui warga yang punya berkas tidak tahu kalau ternyata hanya atas nama di koperasi simpan pinjam tersebut,” imbuhnya. (sur/sur-paceko)

 

Berita Lainnya