Debat publik pasangan calon Bupati/Wakil Bupati di D’Max Hotel, Sabtu (7/112020) malam. Foto: Ist/Radar Mandalika
MATARAM – Sejumlah wartawan yang bertugas di Lombok Tengah menyampaikan protes kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB), Suhardi Soud. Wartawan dilarang masuk ke lokasi berlangsungnya debat publik pasangan calon Bupati/Wakil Bupati di D’Max Hotel, Sabtu (7/112020) malam. Selama debat, tidak ada media yang bisa meliput.
Ketua KPU NTB Suhardi Soud yang dikonfirmasi mengatakan, di tempat lain KPUD menyediakan satu layar besar yang bisa diakses wartawan, sehingga materi debat dan lainnya bisa diakses langsung oleh para pewarta.
“Misalnya di Mataram disiapkan layar yang bisa dilihat langsung. Nah di Lombok Tengah saya tidak tahu,” kata Suhardi.
Ditambahkan, peserta yang hadir di debat sangat dibatasi jumlahnya sesuai aturan di tengah Covid-19. Untuk mengatasi kondisi tersebut, KPU di daerah harus bisa memastikan semua pihak bisa mengakses perjalanan debat tersebut meski tidak bisa langsung masuk.
Suhardi menegaskan, keluhan wartawan itu menjadi salah satu bahan evaluasi. Sehingga pada debat berikutnya kejadian serupa tidak boleh terjadi. “Tentu ini menjadi evaluasi kami untuk lebih baik,” katanya tegas.
Sementara, wartawan yang hendak meliput kegiatan debat publik perdana Paslon Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah, Sabtu malam, di D’Max Hotel kecewa. Baru pertama kali semua wartawan dilarang masuk meliput debat kandidat.
“Debat perdana ini sangat mengecewakan karena kita tidak diberikan masuk untuk liputan. Seharusnya penyelenggara membuka pintu selebar-lebarnya untuk media,” ungkap wartawan Radar Lombok, M Khaeruddin alias Memet.
Menurut Memet, agenda debat kandidat tersebut penting untuk dipublikasikan melalui seluruh media TV, online, cetak, dan lainnya karena materi debat nantinya dapat menjadi referensi masyarakat dalam menentukan pilihan mereka.
“Kalau masyarakat tidak tahu kualitas pemimpin mereka karena debat tak dipublikasikan secara menyeluruh, apa KPU bisa tanggung jawab kalau nanti masyarakat salah memilih. Ini kan kayak beli kucing dalam karung,” sebutnya.
Ditambahkan, wartawan media online Kicknews.today, Akhyar Rosidi. Dia juga mempertanyakan terkait aturan yang ada. “Kalaupun KPU beralasan juknis yang harus taat pada prokes dan ada pembatasan jumlah massa yang hadir, kenapa masih banyak orang yang diperbolehkan masuk dalam wilayah hotel,” protesnya.
Ahyar melihat banyak dari mereka (tim pemenangan) yang saat itu berada di luar arena debat tidak menerapkan protokol Covid-19, dengan duduk tak mematuhi ketentuan jarak dan melepas masker saat menonton debat melalui laptop.
Dia juga menanyakan, apakah dalam juknis tersebut wartawan tidak diberikan hak menjalankan tugas untuk mendapatkan informasi seputar debat paslon.
“Kita ingin tahu, ada tidak aturan yang melarang wartawan meliput kegiatan,” tegasnya.
Sementara, pantauan wartawan Radar Mandalika di lokasi terlihat para peserta debat maupun tamu undangan juga tak menggunakan face Shield dan jarak tamu undangan dalam ruang depat juga terlihat tidak tertib. Hal tersebut dapat terlihat dari jarak kursi yang diatur oleh penyelenggara dari video yang ditayangkan oleh KPU.
Pemantauan dari komentar netizen dan masyarakat luas juga tak sedikit dari mereka yang mempermasalahkan terkait penyiaran melalui televisi yang dinilai sulit diakses. Pasalnya, mereka mengatakan akses untuk mendapatkan saluran TV yang digunakan untuk menayangkan acara tersebut cukup sulit mereka dapatkan.
Warga harus menonton melalui HP yang ada jaringan internet. Sementara TV di rumah tidak bisa diakses. “TV ini nggak semua bisa mengakses, kalaupun pakai youtube kita kan butuh paket data,” ungkap netizen, Hari.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Loteng L Darmawan mengatakan, terkait soal wartawan yang tidak diberikan akses masuk, pihaknya telah mempertimbangkan sekaligus melaksanakan sesuai juknis yang ada. Artinya, jumlah para tamu undangan pada masa Covid-19 saat ini dibatasi dan hal tersebut sudah diatur mengikuti pedoman teknis.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian teman-teman media, karena telah menyampaikan masukan kepada KPU Loteng. Untuk itu kami akan menampung apa yang menjadi masukan dari teman-teman wartawan,” katanya.
“Maaf kalau saya tidak langsung jawab beberapa pertanyaan teman-teman karena saya sedang kerja,” sambungnya. (buy/jho)











Komentar