YOGYAKARTA – Guguran awan panas kembali terjadi di Gunung Merapi, Senin (9/8/2921) dini hari, dan menjelang pagi.
Dilaporkan pula terjadinya hujan abu vulkanik di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Luncuran awan panas ini diperkirakan mencapai 2 km ke arah barat daya Merapi.
Sehari sebelumnya, Minggu (8/8/2021) terjadi rangkaian guguran awan panas pada pukul 4.58 WIB dan pada pukul 07.29 WIB.
Jarak luncur terjauh sekitar 3 km ke arah barat daya (Kali Bebeng). Angin bertiup ke barat. Teramati kolom asap setinggi 1.000 m di atas puncak.
Demikian siaran Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyiarkan melalui akun twitter-nya, Senin (9/8/2021).
Sebelumnya, pihak BPPTKG juga menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di beberapa wilayah di Sleman, dan Magelang menyusul rangkaian guguran awan panas itu.
Saat itu pihak BPPTKG mengatakan, berdasarkan laporan dari warga hujan abu sangat tipis terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Kini, hujan abu melanda sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Wilayah yang dilaporkan mengalami hujan abu usai terjadinya awan panas guguran Gunung Merapi pada Jumat siang adalah,Turi, Tempel, Jalan sekitar Balerante, Kaliurang dan Ngrangkah.
Pihak BPPTKG melalui keterangan tertulis Jumat siang menginformasikan, awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter terpantau tiga kali ke arah Barat Daya dari puncak kawah Gunung Merapi, pada periode pengamatan Jumat (6/8/2021) pukul 06:00-12:00 WIB.
Pada periode pengamatan yang sama BPPTKG menyebut juga terpantau adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah Merapi. (*)
Sumber: bpptkg.go.id











Komentar