BABEL–Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mengatakan Pemerintah Pusat dalam hal ini Bank Indonesia (BI) harus mengedepankan peran ekonomi berbasis syariah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) imbas dari pandemi corona.
“Kita terus berupaya agar krisis pandemi global agar landai dan berkurang, terkhusus di Babel. Dengan mengaktifkan peran ekonomi berbasis syariah yang dapat memberikan pertahanan ekonomi di masa pandemi Covid-19,” kata Gubernur Erzaldi saat menghadiri pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Bangka Belitung 2021 secara virtual, Senin (9/8/2021).
Oleh karena itu, Gubernur berpesan kepada Bank Indonesia agar adanya perbaikan regulasi, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti regulasi yang dapat mendukung pembangunan insfrastruktur fisik maupun non fisik termasuk ekonomi kreatif lain yang berbasis syariah.
“Bank syariah Indonesia memang sudah ada perwakilan di Babel, tetapi keterlibatan BSI dalam menyampaikan KUR-nya kepada masyarakat bawah masih kurang. Jadi, bagaimana mereka bisa memiliki akses yang besar ketika persentase dari ketersediaan KUR di BSI sangat kecil,” ujarnya.
Diketahui saat ini, pertumbuhan ekonomi Babel pada triwulan II 2021 sebesar 6,85%, dan kontribusi sektor perikanan sebesar 20%. Hal ini tidak terlepas dari kegiatan yang berhubungan dengan nilai syariah, dan menjadi nilai penting sebagai akselerasi baru yang dapat menjadi kekuatan baru.
“Kita harus memperkuat sinergi, meretas batas dan terus bekerja sama menjadikan Bangka Belitung lebih baik sesuai dengan prinsip syariah,” ungkapnya.
Untuk itu, Gubernur meminta peran ekonomi syariah dikedepankan. Ekonomi syariah harus bisa memberikan peran besar. Termasuk dalam sektor perdagangan besar ataupun eceran. Karena sektor ini telah berkontribusi sebesar 14.90%.
“Tentunya hal ini harus menjadi usaha kita bersama bagaimana membuat ekonomi syariah membumi dalam pelaksanaannya di Bangka Belitung,” jelasnya.
Gubernur berharap komunitas yang terbentuk bisa berkolaborasi secara terbuka serta bahu-membahu sehibgga memiliki kekuatan untuk berkembang. Ia mencontohkan peran Baznas. Membuat zakat aktif tidak lagi sekadar menyalurkan bantuan lalu habis terpakai, melainkan menjadikan zakat produktif.
Dengan pengelolaan dan pendampingan kepada masyarakat penerima zakat dapat memanfaatkan zakat ini dengan sebaik-baiknya. Diharapkan kedepan mereka dapat menjadi orang yang membayar zakat dan bukan lagi sebagai penerima zakat.
“Dalam hal ini bagaimana kita dapat memberikan kestabilan agar masyarakat tetap sehat dan ekonomi tetap berkembang. Nah, hal ini memerlukan manajemen dengan penerapan strategi yang baik. Yakni keterbukaan, kolaborasi dan sinergi bersama antara Pemerintah, BI, Kanwil Kemenag, MUI, Badan Wakaf, Akademisi, Pesantren, dan lainnya. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi Babel terus tumbuh,” jelasnya.
Gubernur sangat mengapresiasi perwakilan BI Babel yang secara konsisten dan berkelanjutan memberikan kontribusi berharga untuk membangun Babel. Termasuk mitra pemerintah, khususnya pelaku usaha industri halal, pesantren-pesantren, lembaga keuangan dan lembaga terkait lainnya. Semua berperan mewujudkan kekuatan ekonomi syariah di Babel.
“Semoga kerja sama yang terjalin selama ini dapat terus dipertahankan dan juga ditingkatkan,” katanya.
Kepala Perwakilan BI Babel Tantan Heroika Sukmadrajat mengatakan acara ini diharapkan menjadi momentum pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.
Ia juga menyebut ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dinilai dapat menjadi sumber perekonomian baru. Karena ini potensi yang sangat besar bagi perekonomian nasional.
“Dan BI sebagai akselerator, inisiator, dan regulator dalam pengembangan ekonomi syariah, telah melakukan berbagai kegiatan untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah di Babel. Yakni insfrastruktur usaha pertanian yang terintegrasi, usaha air minum, hidroponik, dan sektor pariwisata,” katanya.(okeyboz.com)











Komentar