oleh

Penambangan Emas Liar di TNGHS Tuai Kecaman Aktivis Baksel

LEBAK–Maraknya kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) di area Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Blok Cibanteng, Cibodas dan Ciseke, Kabupaten Lebak, Banten, menuai kecaman aktivis Lebak Selatan (Baksel), M Bendi.

Kecaman ini ia sampaikan sesaat setelah membaca pemberitaan media daring terkait maraknya PETI dan dugaan adanya pungutan liar (pungli) oleh oknum-oknum yang terlibat dalam pensmvangdn liar tersebut, Jumat (9/7/2021).

 

Saat dikonfirmasi  Bungasbanten.id – grup siberindo.co, M Bendi, mengaku sangat kecewa dan mengecam keras maraknya kegiatan ilegal tersebut dan dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan panitia ‘luar biasa’.

”Kegiatan ilegal tersebut ternyata ada panitianya, berani benar yah, padahal semua tahu bahwa perbuatan yang melanggar hukum itu sudah pasti akan menerima sanksi hukum,”  katanya.

Bendi meminta kepada aparat penegak hukum (APH) agar segera menindaklanjuti

“Apabila kegiatan Peti ini tidak segera ditindak lanjuti maka kami dan rekan rekan aktivis akan melaporkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kegiatan ini ke Kementerian terkait, bila diperlukan kita akan melaporkan ke Presiden RI.

“Saya juga merasa aneh ketika mendengar dari rekan bahwa petugas TNGHS  seakan-akan tidak mengetahui, terus kerja mereka apa, perlu diketahui, ingat awal tahun yang lalu bahwa telah terjadi Banjir bandang yang diakibatkan banyak kerusakan di wilayah pegunungan di antaranya rusaknya area TNGHS,“ kayanya.

 

Di tempat terpisah, Siswoyo dari TNGHS saat dikonfirmasi via WhatsAap (WA) merasa kaget dengan adanya kegiatan PETI di wilayah kerjanya.

”Saya mengucapkan banyak terima kasih atas informasinya, secepatnya kami akan menelusuri dan segera melakukan investigasi. Perlu disampaikan, akhir-akhir ini teman-teman ada sebagian yang WFH, akan tetapi dengan informasi ini, mereka sudah berada di lapangan,” terang Siswoyo. (deni ismayadi)

Komentar

Berita Lainnya