PURBALINGGA – Nasib malang menimpa kakak beradik Padmiarsih dan Sapridiyati, warga Perumahan Purnawira Wirasana Jalan Jayamahe RT 2 RW 4, Kelurahan Wirasana, Kecamatan Purbalingga, Kamis (8/7/2021).
Keduanya diduga kuat terkonfirmasi Covid-19, tanpa ada yang merawat.
Salah satu dari kakak beradik tersebut yakni Padmiarsih, nyawanya tak tertolong karena saturasi oksigen dalam darahnya menurun.
Dia meninggal dunia di rumah, yang hanya ditinggali berdua dengan saudarinya tersebut.
Begitu juga Sapridiyati, nyawanya nyaris tak tertolong, andai tak mendapat bantuan oksigen dalam kemasan dari seorang tetangganya.
Kondisinya membaik, setelah diberi bantuan oksigen.
Keduanya sudah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah sejak seminggu lalu. Namun hari itu keduanya dikabarkan kritis.
“Saya yang mendapatkan laporan dari warga langsung menuju lokasi bersama petugas kesehatan untuk melakukan evakuasi,” kata Ketua DPDR Purbalingga, Bambang Irawan.
Bambang bersama dua petugas medis langsung melakukan evakuasi dan membawa Sapridiyati ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Goeteng Tarunadibrata.
“Kondisinya sudah lemah karena hanya berdua di rumah. Semoga setelah ditangani dan dirawat di rumah sakit kondisinya bisa membaik,” kata Bambang.
Selanjutnya Ketua DPC PDIP Kabupaten Purbalingga ini meminta masyarakat mengaktifkan kegiatan Jogo Tonggo.
Saat ini, menurutnya, jumlah penderita Covid-19 meningkat. Sebagian besar mereka menjalani isoman.
“Makanya kepedulian dari warga penting. Agar kondisi mereka bisa terpantau,” ujarnya.
Dia berharap segenap komponen masyarakat mendukung langkah pemerintah, termasuk Pemkab Purbalingga yang melakukan berbagai kebijakan untuk menekan penularan Covid-19.
Termasuk, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3-20 Juli 2021, serta Gerakan Purbalingga di Rumah Saja.
“Ini ikhtiar dari kita semua untuk menekan penularan Covid-19. Mohon didukung,” katanya.
Kepala Kelurahan (Lurah) Wirasana Sutarno menjelaskan, sebenarnya keduanya sudah sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Namun, diketahui keduanya dikembalikan karena ruang perawatan di rumah sakit penuh, sehingga keduanya tak bisa mendapatkan perawatan.
“Saya tidak tahu, malah kedua dikembalikan ke rumah. Sebab, setelah mendapatkan laporan dari warga, keduanya langsung kami bawa ke rumah sakit,” kata Sutarno.
Beruntung, atas bantuan warga dan Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga HR Bambang Irawan, masalah ini bisa tertangani.
Meski, hanya satu yang orang nyawanya berhasil diselamatkan dan dirawat ke rumah sakit.
Bambang Irawan turun langsung mengevakuasi Sapridiyati ke rumah sakit.
Dengan menggunakan baju hazmat warna merah muda, Politisi PDIP ini ikut mengangkat Sapridiyati ke atas mobil ambulance. (Prima Intan DI/wiradesa.co)











Komentar