oleh

Doni Monardo Minta Kepala Daerah Karantina Warga yang Nekat Mudik 

JAKARTA – Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, meminta semua kepala daerah melakukan karantina terhadap warga nekat mudik.

Tujuannya, mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 pasca lebaran.

Bisa jadi para pemudik itu OTG (orang tanpa gejala). Jika dibiarkan, bisa menulari satu kampung.

“Terbukti, di beberapa tempat sudah banyak kasus. Dan, kita harus belajar dari daerah lain,” kata Doni saat meninjau Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/5/2021).

Doni menegaskan, kebijakan larangan mudik ini merupakan keputusan terbaik untuk percepatan penanganan Covid-19.

Baca Juga:   Ratusan Pengendara Tertangkap Tanpa Prokes

Kendati mudik dilarang, masih ada sekitar tujuh persen warga tetap melakukan mudik.

Mereka bergegas pulang sebelum pelaksanaan larangan mudik, hingga mengelabuhi petugas di pos penyekatan.

“Tugas kita setiap hari harus mengingatkan jangan ada pergerakan orang karena Covid-19 ini ditularkan oleh manusia. Kita berpotensi saling menulari,” katanya.

Doni Monardo meminta masyarakat bersabar dan menahan diri sementara.

Kebijakan ini diambil agar kasus Covid-19 di Indonesia tidak seperti di India yang hanya dalam dua minggu lonjakan kasusnya sangat tinggi, dan saat ini kasus kematian di India paling tinggi sedunia.

Baca Juga:   Varian Baru B117 Ditemukan di Karawang, Cermati Gejalanya!

Hal itu terjadi setelah pemerintah India melakukan pelonggaran terhadap aktivitas publik, mulai dari kegiatan keagamaan, olahraga, hiburan, politik hingga acara adat yang menimbulkan kerumunan.

“Makanya kerja keras semua komponen untuk saling mengingatkan lebih baik kita lelah hari ini jangan sampai kemudian hari kita menyesal,” katanya.

Doni menjelaskan, kasus Covid-19 di Banten mulai menunjukan penurunan, terlihat dari dari angka Bed Occupancy Ratio (BOR) pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di tanah Jawara hanya mencapai 27 persen.

Baca Juga:   Obat Corona Ternyata Belum Ada, Guru Besar UGM: Manfaatkan Saja Herbal

“Ini angka terkecil. Padahal, akhir Januari dan awal Februari Banten pernah mencapai di atas 100 persen sampai sebagian pasiennya harus dibawa ke wilayah Jakarta,” katanya. (*)

Sumber: bnpb.go.id, KompasTV, MetroTV.

Komentar

Berita Lainnya