oleh

Kapolda Maluku Resmikan Kawasan Tertib Lalu Lintas di Kota Ambon

AMBON– Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri, melaunching Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Kota Ambon. Kawasan KTL tersebut meliputi Jln AY Patty dan Slamet Riyadi.

Peresmian ditandai pemotongan pita oleh Kapolda didampingi Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang di ruas jalan Slamet Riyadi.

Acara ini dihadiri pula Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI.l Jeffry Apoly Rahawarin, Wakapolda Brigjen. Pol. Jan Leonard de Fretes beserta jajaran Kajati Maluku.

Dalam sambutan, Kapolda Maluku mengatakan, kedua jalan yang telah ditetapkan sebagai KTL sudah jadi pilot project di Kota Ambon, dan telah ditetapkan dengan SK Walikota Ambon Nomor 13 Tahun 2021.

Selain di Kota Ambon, kedepan, sebut Kapolda, ruas jalan di kawasan lainnya di Maluku juga bisa dijadikan sebagai KTL.

Namun demikian, penetapannya, jelas Kapolda, harus melalui tahapan studi kelayakan, diskusi FGD yang melibatkan forum lalu lintas kota/provinsi/perguruan tinggi/TNI dan unsur masyarakat sebagai pengamat tranportasi dan kebijakan publik, para pakar psikologi.

Baca Juga:   Rapid Antigen, 42 Guru dan Siswa SMP di Ambon Positif Covid-19

Dia berharap, dua kawasan ini akan tetap terawasi, dan memiliki daya ungkit bagi keamanan dan keselamatan lalu lintas di Kota Ambon.

Tak hanya itu, lulusan Akpol Tahun 1987 ini menambahkan, penetapan kedua jalan tersebut jangan sampai dimaknai bahwa kawasan KTL hanya berlaku di dua ruas jalan tersebut.

“Tidak. Di semua ruas jalan, haruslah tertib. Mengingat, lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan dan cermin budaya bangsa,” imbaunya.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh masyarakat Kota Ambon dan Maluku secara keseluruhan, harus memahami perihal kewajiban bila memiliki kendaraan dan saat berkendara memahami tentang pilar keselamatan.

Pilar ini, kata Kapolda, yang harus dipahami masyarakat. Sebab pilar yang dimaksud menerapkan manajemen lalu lintas yang baik dan mengimplementasikan jalan yang berkeselamatan.

Menurut dia, kendaran yang melintas di kedua jalan ruas ini pun, harus kendaraan berkeselamatan dengan pengemudi yang juga berkeselamatan.

Baca Juga:   IAKN Ambon Lepas 57 Wisudawan

Jika terjadi kecelakaan lalu lintas harus segera ditangani. Dan siapa pun yang melintas, wajib memberikan bantuan pertolongan pertama.

“Perihal sistem pengawasan, pada prinsipnya, kita melakukan pengawasan dan penilaian. Dan. Semua unsur akan dilibatkan saat evaluasi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Kombes. Pol Leo SN Simatupang menegaskan, saat ini, terdapat 35 titik yang telah terpasang CCTV.

Dan dari 35 titik, sebut Kapolresta telah terpasang dua CCTV di KTL.

Pihaknya berharap, dengan ditetapkan dua jalan ini sebagai KTL, akan ada petugas yang melakukan penindakan melalui CCTV.

“Kami mengharapakan seperti itu. Kamu sedang merampungkan syarat pendukungnya. Kemudian, kami akan integrasikan dengan Command Centernya Pemkot Ambon, sehingga nanti pembaharuan elektronik tilang nanti bisa dilaksanakan dalam waktu dekat,” tegas Kapolresta.

Pihaknya, lanjut Kapolresta, terlebih dahulu akan menyesuaikan infrastrukturnya.

”Jadi, bila ditemukan pelanggaran, tentunya bukti beserta surat tilang akan dikirimkan ke alamat pelanggar,” ujarnya.

Baca Juga:   30 Kasus Kekerasan Ditangani P2TP2A Maluku, Terbanyak KDRT

Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robert Sapulette ST MT mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan kepolisian.

“Ada tim terpadu untuk melakukan pengawasan dan pengendalian setiap harinya. Ke depan, penindakan tidak lagi manual melainkan Tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE),” katanya.

Program ini, ujar Kadishub, telah diluncurkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Gedung NTMC Polri Jakarta, Selasa (23/3/2021).

“Di sini kan ada CCTV yang sudah dipasang, pada simpang jalan yang ada. Ini akan mengurangi penindakan manual. Tepi setiap saat ada petugas yang melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap dua kawasan ini,” tuturnya.

Perihal kapan Tilang Elektronik ini diberlakukan, dia mengaku, mekanismenya akan diatur antara Dishub Kota Ambon dengan kepolisian.

“Cara tilang penindakan secara elektrik adalah bisa direkam siapa yang melanggar. Mekanismenya akan diatur. Apakah ada surat pemberitahuan ke rumah atau bekerja sama dengan Samsat dan sebagainya,” ujarnya. (PJ)

Komentar

Berita Lainnya