oleh

Banjir Lahar Sapu Lereng Tenggara, Sebuah Minibus Tergulung

LUMAJANG – Video detik-detik Banjir lahar dingin Gunung Semeru viral di media sosial, Senin (8/2/2021). Tampak, sebuah mobil tersapu dan tergulung Banjir lahar tersebut.

Video 27 detik tersebut diunggah di akun Instagram @Cakyo_seversemeru sekitar pukul 17.00 WIB dan mendapat respons ribuan netizen.

Mayoritas mengingatkan warga untuk berhati-hati. Berdasarkan video yang beredar, Banjir lahar dingin itu terjadi cukup besar, membawa sejumlah material, termasuk minibus tadi.

Semula kondisi tenang. Beberapa saat kemudian air bah berwarna hitam kelabu datang menerjang.

Air itu menggerus material di kanan kiri sungai, termasuk mobil. Beruntung, penumpang lebih dulu lari dan menyelamatkan diri.

Seorang relawan Semeru, Cakyo mengatakan, Banjir lahar dingin Gunung Semeru terjadi Senin (8/2/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga:   Tetap Siaga! Aktivitas Vulkanik Masih Cukup Tinggi

Aliran lahar dingin tersebut mengalir deras ke arah Sungai Curah Kobokan, Kabupaten Lumajang.

Cakyo memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, meskipun sebuah mobil ikut terseret.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang belum bisa dikonfirmasi atas peristiwa ini.

Banjir lahar dingin ini terjadi beberapa saat setelah hujan deras mengguyur kawasan Lumajang.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, M Wawan Hadi, Senin petang menyatakan benar terjadi Banjir lahar dingin yang menggulung sebuah mobil.

Wawan mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang segera turun ke lapangan untuk melakukan penilaian.

Ia mengatakan pemerintah terus mengimbau masyarakat terutama yang berada di dekat aliran lahar Semeru untuk selalu waspada.

Baca Juga:   Selama Enam Jam Terjadi 36 Kali Guguran Lava

“Hujan deras yang terjadi di atas Semeru berpotensi menimbulkan bencana sekunder berupa lahar dingin,” kata dia.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi salah satunya terkait lahar dingin.

Mereka mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur meletus pada pukul 17.24 WIB, Sabtu (16/1/2021).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan ancaman bahaya yang ditimbulkan dari meletusnya Gunung Semeru tersebut.

Pihak PVMBG memastikan potensi ancaman bahaya Erupsi Semeru adalah berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

Baca Juga:   Kubah Lava Terus Tumbuh, Potensi Bahaya Tetap ke Arah Selatan - Barat Daya

“Kemudian potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah/ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak,” jelas PVMBG dalam keterangan resmi, Sabtu (16/1/2021).

Apabila hujan lebat dapat terjadi lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.

Gunung Semeru memuntahkan Awan Panas Guguran yang meluncur sejauh kurang lebih 4 kilometer disertai guguran lava.

Jarak luncurnya antara 500-1.000 meter dari Kawah Jonggring Seleko ke arah Besuk Kobokan. Pihak PVMBG menyatakan status Gunung Semeru masih dalam level II atau waspada. (*)

Komentar

Berita Lainnya