oleh

Pospol Terbakar, Demonstran di Patung Kuda Ditembaki Gas Air Mata

JAKARTA – Muntahan gas air mata membuyarkan konsentrasi massa pendemo di depan patung kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (8/10/2020). 

Dalam sekejap massa pendemo menuntut pembatalan UU Ciptaker terpecah. Tetapi sebentar kemudian, mereka kembali ke titik konsentrasi di patung kuda. 

Massa yang mencoba merangsek kembali dipukul mundur dengan peluru gas air mata. 

Suara azan dari masjid-masjid di sekitar jalan Medan Merdeka membuat orasi mahasiswa berhenti. Sementara, gas air mata terus saja dimuntahkan. Suara azan dengan letupan peluru gas air mata pun bersahutan.

Baca Juga:   Proses Pembentukan Omnibus UU Cipta Kerja Melanggar Mandat UUD 45

“Tenang sebentar. Berhenti sebentar. Lagi azan,” teriak seorang orator dari atas mobil komando milik buruh seperti dikutip dari Akurat.co, beberapa saat tadi. 

Sahut menyahut suara azan dan berondong peluru mewarnai aksi protes pendemo yang datang dari berbagai kelompok masyarakat, mahasiswa, buruh bahkan pelajar STM. 

Usai azan Ashar, pengeras suara dari mobil komando para pendemo kembali berbunyi. Patung kuda kembali menyemut. Sementara masa pendemo terus mengalir. Merangsek masuk ke titik konsentrasi massa pendemo. 

Baca Juga:   UU Cipta Kerja Terobosan Penting Bagi Investasi di Indonesia

“Omnibus Law adalah kepentingan korporasi asing. Karena itu, kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat wajib di kritik,” ujar seorang pendemo dari universitas Ibnu Khaldun. 

Pagar betis yang dibangun barisan pendemo tak cukup kuat menghadapi muntahan gas air mata yang datang bertubi-tubi. Air kolam bundaran patung kuda serentak diserbu pendemo saat yang matanya perih akibat terkena gas air mata. 

Baca Juga:   Pelajar dan Mahasiswa Wamena Anggap Ganjar Tokoh Pemersatu

Semilir angin yang bertiup ke arah masa pendemo semakin menyulitkan masa pendemo untuk berkumpul. Tetapi sebagian masa pendemo terus berada di barisan depan. 

Pos polisi patung kuda akhirnya terbakar. Kepulan asap hitam membumbung ke langit. Masa semakin bergerak liar masuk ke kawat besi yang dipasang polisi. 

Sementara pembatas jalan berbahan plastik juga dibakar. Masa pendemo semakin tidak terkendali. (aku/sam)

Komentar

Berita Lainnya