oleh

Sembilan Warga Asal Binjai Masih Tejebak di Ukraina, Ini Nama-nama Mereka

JAKARTA –  Sembilan warga Indonesia asal Binjai dan Langkat, Sumatera Utara, hingga Selasa (8/7/2022) masih terjebak di Kota Chernihiv Ukraina.

Kesembilan WNI itu tidak dapat menjangkau KBRI Kiev yang berjarak sekitar 2 jam, ketika pemerintah Indonesia mulai mengevakuasi para WNI lain ke Polandia pekan lalu.

Kesembilan orang itu adalah Iskandar, Muhammad Raga Prayuda, Amri Abas, Muhammad Aris Wahyudi, Zulham Ramadhan, Syafitra Sari, Yoga, Agus Alfirian dan Dedi Irawan.

Akibatnya, hingga kini mereka masih terjebak dalam pusaran perang intens antara pasukan militer Rusia dan Ukraina.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu, Judha Nugraha mengatakan 9 WNI tersebut akan tetap tinggal di pabrik itu hingga situasi membaik dan jalur evakuasi aman telah terbentuk.

Baca Juga:   Sedikitnya 1,23 Juta Orang di Sumut Menganggur

“Mereka saat ini tinggal di pabrik yang jadi titik safe house. Mereka memang tinggal di sana sampai kondisi aman dan safe passage sudah dibentuk. KBRI Kiev sudah siap jemput,” kata Judha.

Judha menambahkan, saat ini 9 WNI yang terjebak berada dalam kondisi aman. Pasokan logistik juga dilaporkan dalam keadaan yang memadai.

“Hari Selasa (8/3/2022) komunikasi juga terus terjalin dengan mereka,” kata Judha.

Pihak KBRI Kiev telah menyiapkan penjemputan menuju tempat aman di Polandia sebelum akhirnya mereka kembali dipulangkan ke Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) menyatakan sejak awal Kemlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sudah menyiapkan rencana kontingensi untuk semua WNI berkumpul di KBRI.

Baca Juga:   Gila! Tahanan Kerangkeng Langkat Ada yang Dipaksa Sodomi, Direkam untuk Hiburan

“Namun ke-9 WNI Chernihiv tidak bisa mencapai KBRI,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, Selasa (8/3/2022).

Sejak saat itu, lanjutnya, Kemlu dan KBRI terus memonitor kondisi para WNI itu.

Pihak-pihak terkait juga terus mencari upaya untuk menciptakan keamanan bagi mereka dan berkoordinasi dengan pihak Ukraina.

“Kondisi mereka saat ini relatif aman termasuk ketercukupan logistik,” ucap Fazia lagi.

Meski demikian, Faiza tak memberi rincian kapan bisa mengevakuasi warga Binjai hingga memberangkatkan ke Indonesia.

“Waktunya belum bisa dipastikan karena akan disesuaikan dengan kesepakatan mengenai safe passage atau koridor aman untuk evakuasi,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar video yang berisi kesembilan warga Binjai di Ukraina meminta bantuan pemerintah Indonesia agar segera dievakuasi, mengingat situasi semakin genting di negara Eropa Timur itu.

Baca Juga:   Jaksa Tahan Pasangan Suami Istri Tersangka Korupsi Pegadaian Stabat

“Hari ini tepatnya tanggal 5 Maret 2022. Kami warga Indonesia yang berada di Chernihiv ada sembilan orang. Semuanya dari Binjai, Sumut memohon pada Pemerintah Indonesia agar segerakan evakuasi,” kata salah satu warga Binjai yang terjebak di sana dalam video yang viral di media sosial, Senin (7/3/2022).

Mereka berada di Ukraina sejak Tahun 2018 bekerja sebagai buruh pabrik plastik.

Pekan lalu, pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi 83 WNI yang tinggal di Ukraina.

Evakuasi itu tergolong rumit, mereka harus melalui jalan darat ke Bucharest, Rumania baru bisa diberangkatkan ke Jakarta. (*/Siberindo.co)

Berita Lainnya