oleh

Jurnalistik Vs Algoritma, Konten Berkualitas dan Abal-abal Dinilai Sama

JAKARTA–Saat ini distribusi konten secara keseluruhan, atau secara mayoritas paling tidak, dikuasai oleh platform digital.

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Anthony Wonsono melihat, distribusi konten yang dikuasai platform, berdampak pada tiga hal utama, di antaranya isu terkait akuntabilitas, di mana jurnalis melawan netizen.

Platform mendistribusikan konten, seringkali tanpa membedakan produksi media yang melalui serangkaian proses jurnalistik atau tidak.

“Hal itu membuat konten berkualitas dan konten abal-abal dinilai sama derajatnya, sehingga masyarakat umum tidak dapat membedakan konten yang berkualitas dengan konten yang tidak ada basisnya,” kata Anthony dalam Konvensi Nasional Media Massa pada peringatan Hari Pers Nasional 2021 di Ancol, Senin.

Isu selanjutnya adalah jurnalistik versus algoritma yang berdampak pada kualitas konten dan kualitas informasi yang disajikan kepada publik.

“Ada dampak yang lebih makro terhadap isu moral dan isu etis, dan isu demokrasi di Indonesia,” ujar Anthony.

Isu jurnalistik melawan algoritma mesin, yang mengakibatkan selera publik menyetir jurnalisme dan pers cenderung menulis apa yang disukai publik, berlanjut pada isu ketergantungan model bisnis industri media terhadap platform digital tersebut.

“Dengan adanya kebergantungan industri pers kepada iklan, perusahaan-perusahaan pers sangat bergantung kepada platform,” kata Anthony.

“Selama berjalan hubungan kerja sama atau isu komersial ini 10 tahun terakhir, belum ada diskusi serius antara platform dan industri media yang bisa menjembatani perubahan-perubahan,” dia menambahkan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga nasional untuk menyusun regulasi terkait hak pengelola media (publisher rights) guna merespons tuntutan perkembangan dan kemajuan digital.

Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan akan terus mendukung mitra-mitra kerja yang terkait, termasuk Kementerian Hukum dan HAM, Dewan Pers, pelaku dan asosiasi industri media, serta ekosistem media secara keseluruhan.(han)

Komentar

Berita Lainnya