LAMONGAN – Enam remaja digerebek oleh warga lantaran diduga bertindak mesum di salah satu tempat kos di Kelurahan Jetis, Kecamatan Lamongan, Jawa Timur.
Penggerebekan itu terjadi pada Minggu (5/12/2021) pagi. Keenam pelajar tersebut di antaranya tiga laki-laki dan tiga perempuan, satu di antaranya masih duduk di bangku SMP.
Kasi Trantib Kelurahan Jetis, Hadi membenarkan kejadian penggerebekan di wilayahnya. Ia juga menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi setelah warga melakukan kegiatan kerja bakti.
“Yang menggerebek, warga. Saya baru diberitahu Pak RT bahwa ada anak diduga melakukan mesum di kos-kosan RT. 3 RW.1 sekitar pukul 08 WIB pagi,” tutur Hadi, Senin (6/12/2021).
Waktu itu, kata dia, pihaknya di telepon warga sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Saat ia tiba, ketiga pasang anak tersebut sudah dibariskan di luar oleh warga.
“Saya dihubungi sama pak RT, bahwa ada enam anak yang digerebek di kos-kosan di wilayah Jetis, yaitu anak Kembangbahu, Mantup, Made dan Kalimantan,” ujarnya.
Ia menuturkan, pelajar yang laki-laki tersebut berasal dari sebuah SMK di Lamongan, sementara perempuan yang satunya lagi masih duduk di bangku SMP.
“Saat penggerebekan tidak ditemukan adanya miras, saat ini pihak kelurahan Jetis menyuruh untuk menutup tempat indekos tersebut, tidak boleh dibuat tempat kos-kosan lagi,” ujar Hadi.
Lebih lanjut ia mengatakan, setelah digerebek warga, ketiga pasang pelajar tersebut selanjutnya dibawa ke Polres Lamongan untuk ditangani lebih lanjut.
Kanit 1 Satreskrim Polres Lamongan, Ipda Sunandar, menerangkan, ketiga pasang belia tersebut sudah dibina dan diminta membuat surat pernyataan.
“Karena statusnya masih anak-anak, kanu lakukan pembinaan dan kami kembalikan kepada orang tuanya,” kata Sunandar.
Dari hasil pemeriksaan, Kanit 1 Satreskrim Polres Lamongan mengungkapkan keenam pelajar tersebut tidak ditemukan telah melakukan perbuatan mesum atau asusila. (Radarbangsa.com)










