Renovasi homebase Bali United ini mulai diberlakukan setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menghadiri Penandatanganan Kontrak dan Kick Off Renovasi Stadion dan Lapangan Sepakbola melalui media virtual yang disaksikan langsung Gubernur Wayan Koster dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra.
Pelaksana Tugas Dirjen Cipta Karya Danis Hidayat melaporkan ada tiga paket yang akan dilakukan dalam pengerjaan renovasi ini, pada paket Pertama pekerjaan renovasi venue utama dan lapangan latihan di Bali yang meliputi satu stadion utama Kapten I Wayan Dipta, dan empat lapangan latihan yakni Stadion I Gusti Ngurai dan Stadion Kompyang Sujana di Denpasar, serta Gelora Samudra dan Lapangan Gelora Trisakti di Badung.
“Paket pekerjaan ini dilakukan oleh PT PP Persero dengan nilai kontrak Rp 152,9 miliar lebih,” ujar Danis Hidayat seperti dikutip perspectivesnews.com anggota siberindo.co.
Paket kedua bernama renovasi di Stadion Utama Kota Surakarta yang meliputi Stadion Manahan, dan empat lapangan latihan. Sedangkan paket ketiga, berlokasi di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera yang meliputi tujuh lapangan latihan, seperti tiga di Jawa Barat, satu lapangan latihan di Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, dan tiga lapangan latihan di Sumatera Selatan.
“Masa pelaksanaan renovasi ini ditargetkan pekerjaannya selama enam bulan atau 180 hari kalender, dari tanggal 6 November 2020 sampai 7 Mei 2021,” jelas Danis Hidayat.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kesempatan pidatonya memanggil Gubernur Bali dengan sebutan Bli Koster, mengharapkan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, tepat administrasi dan bermanfaat, sehingga hasilnya baik.
“Semangat Timnas Indonesia yang penuh dengan kerja keras dan berlatih untuk berlaga di Piala Dunia-U-20 nanti, akan kita imbangi dengan prasarana yang baik,” kata Menteri Basuki.
Menteri Basuki mohon agar renovasi stadion ini serius dilakukan, terutama pada lighting dan rumputnya.
“Mengingat waktu kita hanya 6 bulan, maka kesempatan ini mohon dipakai untuk memperbaiki venue sesuai standar FIFA. Stadion ini akan memiliki venue bertaraf internasional. Jadi konsultannya harus mengawasi dengan baik. Ini waktu cuma 6 bulan, tolong jangan sampai mundur, harus dipersiapkan dengan baik,” tegasnya sembari berharap kepada Gubernur, Walikota, dan Bupati apabila stadion ini selesai direnovasi, dapat dikelola serta dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.
Sebagai penutup kegiatan, Gubernur Koster dan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menyempatkan waktu melakukan tendangan bola berwarna merah hitam ke posisi penjaga gawang yang dijaga oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I Nyoman Sutresna, ST. (zil)











Komentar