oleh

Pengembangan Vaksin Butuh Waktu dan Proses Panjang, Simak Penjelasan Satgas

JAKARTA – Vaksin Covid-19 yang selesai uji klinis akhir 2020 mendatang harus dipastikan aman untuk disuntikkan kepada masyarakat.

Demikian dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Rabu (7/10/2020).

“Vaksin yang nantinya masuk ke Indonesia harus dipastikan secara data dan penelitian aman bagi masyarakat. Pengembangan vaksin umumnya butuh waktu dan proses cukup panjang,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa tahapan untuk memastikan vaksin telah lulus uji klinis. Mulai dari penelitian dasar, ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains biomedis.

Baca Juga:   Dari Lawan Jadi Kawan Hingga Kotak Kosong

 Kemudian vaksin akan dibuat terbatas untuk bisa memasuki uji praklinis dan uji klinis tahap 1, 2 dan 3.

Secara rincinya dalam tahap uji praklinis dilakukan studi sel di laboratorium yaitu studi in Vitro dan in Vivo untuk mengetahui 

keamanan bila diujikan pada manusia.

Kemudian, baru memasuki uji fase 1 dimana vaksin diberi kepada sekelompok kecil orang untuk melihat respons imunitas dan kekebalan yang dipicu.

Baca Juga:   Enam Wartawan Terpapar, Kantor PWI Jadi Tempat IsolasI Mandiri

“Pada fase 2, vaksin diberikan pada ratusan orang sehingga para ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang dosis yang tepat,” jelas Wiku.

Pada fase 3, vaksin diberikan pada ribuan orang untuk memastikan keamanannya termasuk efek samping yang jarang terjadi dan keefektifannya.

“Uji coba ini melibatkan kelompok kontrol yang diberi placebo, artinya kelompok kontrol adalah masyarakat yang disuntik tapi tidak dengan vaksin,” kata Wiku.

Melalui proses uji klinis ilmuwan dapat mengetahui apakah vaksin menimbulkan efek samping atau tidak, mengingat belum ada vaksin Covid-19 yang lulus uji klinis tahap 3, kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin terus dilakukan.

Baca Juga:   Kampanye Kesehatan Penting untuk Putus Penyebaran Covid-19

Saat ini Indonesia melalui Bio Farma-Sinovac dan proses uji klinis fase 3 di Bandung. Kedua kerja sama Kimia Farma-G42 Uni Emirat Arab dengan uji klinis fase 3 dengan target subyek 22 ribu orang.

Sedangkan ketiga kerja sama PT Kalbe Farma-Genexine Korea sedang uji klinis fase 1 dan 2A di Korea dengan 60 subyek. (sam) 

Komentar

Berita Lainnya