oleh

Abaikan Imbauan Gubernur Anies, Gedung DPR RI Tetap Dibuka

JAKARTA – Imbauan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menutup Gedung DPR RI selama tiga hari diabaikan. Gedung wakil rakyat itu tetap beroperasi meski 18 anggota dewan dan 40 staf ahli dinyatakan positif Covid-19.

Kepastian mengenai tidak di-lockdown-nya gedung DPR RI disampaikan oleh Indra Iskandar. Sekjen DPR RI itu bilang, pihaknya hanya akan melakukan penertiban berdasarkan urgensi, fleksibilitas terkait dengan pelayanan dewan.

“Nggak, kita nggak menyebutnya lockdown tapi kita melakukan penertiban berdasarkan urgensi, fleksibilitas terkait dengan pelayanan dewan. Selebihnya kegiatan, aktivitas dilakukan dengan work from home (WFH),” tegas Indra di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga:   Zona Merah Meluas Jadi 29 Daerah, Terbanyak Jateng

Indra sudah melaporkan kepada pimpinan DPR berkaitan dengan mengantisipasi bertambahnya penularan Covid-19 dan sudah disikapi oleh pimpinan DPR untuk seterusnya dibawa ke Bamus. 

Oleh karena itu, DPR akan melakukan seluruh penyemprotan disinfektan pada ruangan-ruang fraksi serta ruangan alat kelengkapan dewan (AKD) disetiap sore hari.

“Kita semua akan lakukan itu dan kami dalam waktu dekat minggu depan kami akan menertibkan semua tamu-tamu lalu lalang yang tanpa ada keperluan tidak diperbolehkan dan hanya pejabat eselon satu dua dan tiga dan empat yang berkewajiban untuk masuk selebihnya pekerjaan dilakukan dengan wfh,” ujarnya.

Baca Juga:   Anak Terpapar Picu Klaster Keluarga di Makassar

“Kami selalu mendasari agar aspek layanan pekerjaan yang harus harus dilaksanakan tetap menjadi prioritas. Tapi eselon satu dua tiga dan empat itu tetap memiliki kewajiban melalukan pekerjaan di kantor,” imbuhnya.

Untuk penanggung jawab satgas Covid-19, DPR akan memonitor selama 24 jam semua yang terindikasi dan melaporkan masalahnya berkaitan dengan Covid-19 ke unit pelayanan kesahatan.

Baca Juga:   Anies Minta Alokasi Anggaran Rp254 M untuk Lahan Pemakaman

“Kalau anggota itu kan sudah ditanggung dalam jaminan kesehatan oleh negara kalau anggota atau pegawai itu, siapa yang terindikasi berdasarkan tracing kami, kami swab,” demikian kata Indra. (sam)

Komentar

Berita Lainnya