YOGYAKARTA – Awan panas guguran Merapi tanggal 7 Agustus 2021 pukul 22.08 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan durasi 136 detik. Jarak luncur 1.500 m ke arah barat daya.
Demikian siaran Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyiarkan melalui akun twitter-nya, Sabtu (7/8/2021) malam.
Sehari sebelumnya pihak BPPTKG juga menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di beberapa wilayah di Sleman, Jogja usai awan panas guguran meluncur dari puncak kawah Gunung Merapi pada Jumat (6/8/2021) siang.
Pihak BPPTKG mengatakan, berdasarkan laporan dari warga hujan abu sangat tipis terjadi di beberapa wilayah Sleman, Yogyakrta.
Wilayah yang dilaporkan mengalami hujan abu usai terjadinya awan panas guguran Gunung Merapi pada Jumat siang adalah,Turi, Tempel, Jalan sekitar Balerante, Kaliurang dan Ngrangkah.
Pihak BPPTKG melalui keterangan tertulisnya Jumat siang mengabarkan, awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter terpantau tiga kali ke arah Barat Daya dari puncak kawah Gunung Merapi, pada periode pengamatan Jumat (6/8/2021) pukul 06:00-12:00 WIB.
Pada periode pengamatan yang sama BPPTKG menyebut juga terpantau adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah Merapi. (*)
Sumber: bpptkg.go.id











Komentar