oleh

Dinilai Langgar AD/ART Partai, M Taufik Dipecat dari Gerindra

M Taufik berpose dengan mobil balap Formula E. (Instagram)

JAKARTA–M Taufik akhirnya dipecat dari Partai Gerindra . Majelis Kehormatan Partai Gerindra ,  sebagai kader partai M Taufik telah melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai.

“Ada lima orang dalam sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra sepakat memutuskan memecat saudara M Taufik sebagai kader Partai Gerindra , mulai keputusan ini disampaikan hari ini,” kata Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Wihadi Wiyanto di Jakarta, Selasa.

Baca Juga:   DPR Saran Tambah Fasilitas dan Personil Kesehatan di Bandara Soetta  

Dia menjelaskan, sikap Majelis Kehormatan Partai Gerindra terhadap M Taufik tersebut bukan hanya karena pernyataan yang bersangkutan beberapa waktu lalu. Namun, lanjutnya, ada rangkaian proses cukup panjang dari akumulasi kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.

“Majelis Kehormatan Partai Gerindra memberikan rekomendasi kepada Ketua Dewan Pembina dan DPP Partai Gerindra untuk memberhentikan dan mencabut keanggotaan atas nama M Taufik,” tegasnya.

Baca Juga:   Terancam Dicopot dan Diganti, Anggota DPRD Sengaja Tabrak Polisi Lalu-lintas

Pengawasan dan penilaian terhadap kinerja M Taufik, katanya, dimulai saat Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 sampai saat ini. Misalnya, M Taufik, yang saat itu sebagai unsur pimpinan DPD Partai Gerindra DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta, dinilai gagal dalam menjalankan amanah partai.

Menurut Wihadi, M Taufik gagal dalam menjalankan amanah Partai Gerindra terkait kekalahan perolehan suara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di DKI Jakarta dalam Pilpres 2019.

Baca Juga:   Hari Santri Refleksikan Kembali Semangat Kebersamaan Berbangsa dan Bernegara

“M. Taufik juga sering disebut dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah DKI. Selain itu, diketahui sampai saat ini, DPD Partai Gerindra DKI Jakarta belum juga memiliki kantor DPD yang tetap, sebagaimana DPD-DPD Partai Gerindra lainnya. Padahal, DKI Jakarta merupakan barometer utama bagi Partai Gerindra ,” ujarnya.(*)

Berita Lainnya