oleh

BMKG: Siklon Seroja di NTT Melemah Dua Hari ke Depan

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di NTT bakal semakin melemah dalam dua hari ke depan.

Mulai hari ini, Rabu (7/4), siklon tropis Seroja sudah bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju Samudera Hindia sebelah barat Australia.

“Kami prediksi setelah tanggal 7 yaitu tanggal 8 sampai 9 pengaruh siklon Seroja ini sudah semakin melemah,” ucap Kepala BMKG Dwikorita lewat konferensi pers via daring, Rabu (7/4).

Baca:   Gempa Pangandaran Gegerkan Warga Sukabumi

Namun secara bersamaan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi buruk dari pergerakan Siklon Seroja tersebut di beberapa wilayah Indonesia.

“Dampak ini tidak hanya terfokus di NTT. Ini perlu ada kewaspadaan untuk di wilayah Bali, NTB, Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah, dari pengaruh tidak langsung siklon Seroja yang menjauh ini,” jelas dia.

Baca:   Gubernur Maluku Kibarkan Merah Putih di Perbatasan Indonesia-Australia

Dwikora menjelaskan, prediksi dampak dari pergeseran siklon tropis pada beberapa wilayah tersebut yakni hujan sedang sampai lebat disertai kilat petir dan angin kencang.

Selain itu, Dwikora juga mengatakan dampak lainnya adalah peluang gelombang dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter di perairan pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Terutama, di Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa hingga Bali, kemudian perairan selatan pulau Sumba hingga pulau Rote.

Baca:   Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Jakarta Selatan

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mendeteksi keberadaan bibit siklon tropis 99 S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Sawu, NTT sejak 2 April lalu.

Akibatnya, sejumlah wilayah di NTT dihadang Banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mencatat ada 11 wilayah terdampak. (*)

 

 

Komentar

Berita Lainnya