oleh

Odong-odong Terjun dari Jembatan, Seorang Anak dan Satu Nenek Tewas

MADIUN – Odong-odong kereta kelinci yang mengangkut sekitar 40 orang terjun dari sebuah jembatan ke saluran air di persawahan Desa Joho, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu, 6 Februari 2022.

Peristiwa ini menyebabkan dua orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Informasi dihimpun, saat kejadian, kereta wisata ini membawa penumpang anak-anak dan orang dewasa. Ada puluhan korban yang terluka dan proses evakuasi sempat diwarnai kepanikan.

Kapolsek Dagangan AKP Dwi Heru Santoso mengatakan, dugaan awal penyebab kecelakaan karena pengemudi kereta kelinci tak bisa menguasai keadaan saat melaju. Dia juga berusaha menghindari motor dari arah berlawanan.

Baca Juga:   Tak Mau Digugat Cerai Istri, Pria Ini Rela Jadi Badut Jalanan

“Penyebabnya masih diselidiki. Korban jiwa ada dua orang. Satu meninggal di lokasi dan seorang lagi saat mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Identitas korban meninggal bernama Nyamir (50), dan seorang bocah Aniandita Keisya (7), warga Joho.

Sementara korban luka kini sudah dibawa ke RSUD Dolopo untuk menjalani perawatan. Kasus ini sudah ditangani Satlantas Polres Madiun.

Pengemudi bernama Nurohim sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi juga meminta keterangan warga yang menjadi saksi di lokasi kejadian.

Baca Juga:   Dalam 12 Hari Polres Pamekasan Tangkap 21 Pelaku Kejahatan 

Seorang saksi menceritakan kondisi sesaat setelah kecelakaan odong-odong di Desa Joho, Dagangan itu.

Ketika itu Sauji mendapatkan kabar bahwa kereta kelinci yang ditumpangi orangtuanya dan keponakannya terjun ke area persawahan.

Ia langsung memacu motornya menuju lokasi yang berada tak jauh dari rumahnya.

“Setelah dapat kabar dari tetangga langsung saya datangi, saya cari orang tua saya dan anak-anak lalu saya bawa ke sini (RSUD Dolopo),” kata Sauji.

Baca Juga:   Di Balik Ritual Maut, Pantai Payangan adalah Destinasi Wisata yang Indah

Sekilas, ia sempat melihat kondisi penumpang lain yang saat itu juga mengalami luka-luka.

Mayoritas penumpang yang merupakan anak-anak, tak kunjung berhenti menangis karena takut dan merasa kesakitan merasakan luka di sekujur tubuhnya.

“Ada yang kejepit, ada yang luka. Anak-anak kecil menangis semua. Teriak-teriak semua, nyari orangtuanya,” ujarnya.

Sauji tak sempat menolong korban lain lantaran ia sudah panik melihat ibunya yang juga terluka. (*/Siberindo.co)

Berita Lainnya