YOGYAKARTA – Gunung Merapi kembali memompakan lava pijarnya, Sabtu (6/2/2021) pagi. Tercatat tak kurang dari 10 kali lava itu meluncur, sampai satu kilo meter dari puncak moncong gunung api paling aktif di Jawa itu.
Demikian disampaikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), dalam siaran resmi via akun @BPPTKG, mengenai aktivitas Merapi periode pengamatan 6 Februari 2021 pukul 00.00—24.00 WIB.
“Teramati guguran dan guguran lava pijar 10 kali dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida.
Hanik juga mengungkapkan, pada 4 Februari 2021 lalu, pihaknya melihat pertumbuhan kubah lava baru di tengah kawah sisi Tenggara Merapi.
“Baru kali ini dalam sejarah, Merapi punya dua kubah lava,” katanya.
Dalam siaran melalui kanal YouTube, Hanik menyampaikan, selama periode pengamatan itu, Merapi juga mengalami 27 kali gempa vulkanik.
Gempa itu berasal dari guguran dengan amplitudo 3-11 mm selama 11.4-52.2 detik dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 6 mm selama 7.6-9.4 detik.
Asap kawah tidak teramati keluar dari puncak kawah Merapi selama pengamatan.
Pada periode pengamatan Sabtu, 6 Februari 2021 pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi tercatat 12 kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter ke arah barat daya.
Pihak BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau status Siaga.
Potensi bahaya akibat guguran lava dan awan panas, masih meliputi sektor selatan-barat daya yang antara lain mencakup kawasan Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng. (*)











Komentar