oleh

Banjir Bekasi Rendam Perumahan, 500 Keluarga Terisolasi

JAKARTA– Hujan deras yang mengguyur sejak dinihari, Minggu (7/2/2021), membuat sejumlah perumahan di Bekasi terendam banjir.

Salah satu perumahan yang tergenang Banjir adalah Pondok Hijau Permai, Rawalumbu, Pengasinan, Bekasi Timur.

Salah seorang warga setempat, Andyna (31), mengatakan Banjir sudah terjadi sejak Sabtu sebelumnya. Namun, sempat agak surut pada Sabtu siang.

“Hujan lagi deh itu Minggu dinihari tadi. Deras lagi sampai pagi masih hujan, ya Banjir tinggi lagi,” kata Andyna di lokasi dilansir VIVA, Minggu.

Setidaknya enam wilayah rukun tangga (RT) di Perumahan Pondok Hijau Permai terendam Banjir dengan kisaran setinggi 30 cm sampai 70 cm.

Ia khawatir debit air Banjir masih akan meninggi karena intensitas hujan juga belum reda hingga pukul 08.20 WIB.

“Rumah yang teras tinggi saja dah mulai masuk air. Yang udah kerendem banyak. Mang udah sering di sini mah meski ada pompa penyedot dan polder di sungai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga Pondok Hijau Permai lainnya, Miyem (56).

Ia mengatakan sejumlah warga sudah mengantisipasi Banjir dengan memindahkan kendaraan roda dua dan roda empat di area yang aman dari banjir.

Tak masalah warga membayar uang iuran atau sewa asalkan kendaraannya tak tergenang banjir.

“Musim Banjir begini, warga mesti inisiatif pindahin mobil, motor. Kalau enggak ya banyak kelelep kayak dua tahun lalu,” tuturnya.

Miyem berharap Pemkot Bekasi dan Pemprov Jabar memperhatikan masalah Banjir di kediamannya kali ini.

Ia mengatakan Banjir sudah beberapa kali terjadi sejak awal Januari 2021. Ada perasaan khawatir kalau hujan ekstrem terus turun maka Banjir parah dua tahun lalu bisa terjadi.

“Ada polder, pompa sedot. Tapi, banyak got yang mampat, percuma juga kayaknya. Semoga cepet surut deh jangan sampai kayak 2019, tinggi banjirnya,” ujarnya.

Banjir di Bekasi juga menyebabkan sebanyak 500 keluarga yang tinggal di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, terisolasi.

Banjir terjadi di dua dusun yang ada di Desa Pantai Harapan Jaya. Banjir disebabkan luapan air sungai ditambah curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Setelah kami inventarisasi, sedikitnya ada 500 KK (kepala keluarga) yang saat ini masih terisolasi,” kata Camat Muaragembong Lukman Hakim di Bekasi, Sabtu malam.

Ia mengatakan hujan deras dalam beberapa hari terakhir turut menyebabkan Sungai Ciherang meluap dan membuat akses jalan utama di wilayah tersebut digenangi air setinggi 30-100 sentimeter.

Kondisi itu membuat warga hanya bisa bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu bantuan yang diharapkan datang dari pemerintah seperti logistik dan obat-obatan.

“Bantuan sangat diharapkan warga kami. Tenda darurat serta dapur umum juga dibutuhkan warga saat ini,” kata Lukman Hakim.

Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Pantai Harapan Jaya Abdillah Marta mengatakan warga yang ingin beraktivitas dapat menggunakan perahu karet atau perahu sampan.

Hanya saja, ketersediaan perahu tidak dapat memenuhi permintaan seluruh warga. Untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.

“Terkait yang terisolasi itu ada 500 KK yang di dua dusun. Kita telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meminta bantuan perahu,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan petugas sudah diterjunkan bersama pihak kecamatan untuk mendata warga yang terdampak Banjir di Kecamatan Muaragembong.

Banjir di sana memang musiman, kita sedang upayakan penanggulangan Banjir disana,” katanya. (dna/viva/antara)

Komentar

Berita Lainnya