oleh

Terjadi Letusan Susulan, Jumlah Korban Terus Bertambah, Bantuan Mulai Mengalir

LUMAJANG – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali meletus, Senin (6/12/2021) pukul 07.53 WIB. Demikian dilaporkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pihak PVMBG mengatakan Erupsi susulan itu tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm durasi 240 detik.

Jarak luncur awan panas guguran 2,5 kilometer dari pusat guguran mengarah ke Besuk Kobokan, arah tenggara gunung ini.

Erupsi Semeru berupa Awan Panas Guguran, tanggal 6 Desember 2021 pukul 07:53 WIB,”  tulis PVMBG dalam keterangan pers, Senin (6/12).

Baca Juga:   Gempa M 7.0 Guncang Kepulauan Talaud, Pihak BNPB Terus Monitor

Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban terus bertambah  menyusul letusan ini.

Setidaknya tercatat 21 korban tewas, ratusan lainnya cedera berat dan ringan. Dilaporkan pula ada 27 warga yang belum diketahui nasibnya, apakha hilang atau mengungsi ke tempat lain.

Para korban berasal dari berbagai desa, ternasuk dari Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 2.970 rumah warga terdampak Erupsi Gunung Semeru.

Sebagian rumah warga rusak dan tertimbun material awan panas guguran Gunung Semeru. Sebagian lainnya penuh dengan abu.

Baca Juga:   Banjir dan Longsor Terjang Sumedang, Seorang Ditemukan Tewas di Sela Bebatuan

Rumah-rumah warga di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo luluh lantak akibat material Erupsi Gunung Semeru.

Tim pencarian dan pertolongan (save and rescue/SAR) gabungan melanjutkan operasi pencarian korban Erupsi Semeru di sejumlah lokasi, Senin (6/12/2021).

Sampai pukul 11.08 WIB, tim SAR gabungan mengevakuasi tiga jenazah di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Ketiga jenazah ditemukan di satu lokasi yang sama kemudian dievakuasi ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Baca Juga:   Waspada! ini Daftar Daerah di Sumatera yang Rawan Bencana

I Wayan Suyatna Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya mengatakan, berdasarkan catatan yang dia terima, total korban meninggal sebanyak 17 orang.

“Jenazah yang terevakuasi 12 orang, 5 orang meninggal di rumah sakit,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Sabtu malam, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar mengatakan, sudah ada laporan mengenai warganya yang tewas terdampak Erupsi ini.

“Warga meninggal dunia di Desa Curah Kobokan, tak jauh dari lokasi erupsi,” ujarnya dalam jumpa pers virtual bersama BNPB, Sabtu (4/12/2021) malam. (*)

Berita Lainnya