oleh

Sukses! Uji Terbang Pesawat CN235 Berbahan Bakar Campuran Bioavtur

JAKARTA — Pesawat CN235 buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI melakukan uji terbang perdana menggunakan campuran bahan bakar nabati atau bioavtur 2,4 persen, atau disebut J2.4.

Uji terbang dilakukan dari Bandung-Jakarta-Bandung, itu pun sukses tanpa kendala.

Pesawat berangkat dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara Soekarno Hatta. Kemudian, kembali ke Bandara Husein Sastranegara.

“Hari ini telah melihat sejarah baru, yaitu penerbangan perdana menggunakan bahan bakar nabati,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Seremoni Keberhasilan Uji Terbang Pesawat CN235 Menggunakan Campuran Bahan Bakar Bioavtur 2,4 Persen, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga:   Prabowo Tinjau Produksi CN235, Tantang PT DI Setahun Bikin 24 Pesawat!

Uji Terbang Menggunakan Bioavtur J2.4: Terlaksana 100%, mesin normal, dan tidak ada engine surge, kata Project Manager CN 235-220 FTB Eko Budi Santoso, Kamis (9/9/2021).

Uji terbang pesawat perdana CN 235-220 Flying Test Bed (FTB) berbahan bakar Bioavtur J2.4 berjalan dengan lancar tanpa gangguan apapun.

Eko Budi Santoso melaporkan, setelah uji terbang perdana, dijadwalkan kembali uji terbang dengan ketinggian 16.000 kaki dari test sebelumnya 10.000 kaki.

Uji terbang pertama pesawat CN 235-220 FTB yang menggunakan bahan bakar bioavtur di engine kanan, kata Eko, dilakukan pada ketinggian 10.000 kaki.

Baca Juga:   Disalatkan di Pendopo, Jenazah Oded Dimakamkan di Tasikmalaya

“Lama terbang, 1 jam 20 menit sesuai test squence disekitar sukabumi pelabuhan ratu di ketinggian 10.000 kaki,” ujar Eko, Kamis (9/9/2021).

Menteri ESDM mengatakan, keberhasilan ini akan meningkatkan kontribusi penggunaan bioavtur ke depannya.

Kapten Adi Budi Atmoko, Pilot Tim Penguji mengatakan flight test telah terlaksana 100%.

Hasil seluruhnya, dalam keadaan normal dan masuk ke dalam limitasi tidak ada engine surge atau flameout.

Adi menjelaskan, pengujian diawali start engine kiri dan kanan semua parameter engine normal, kemudian dilanjutkan taxi dan Take-off menuju test area Sukabumi dengan ketinggian 10.000 kaki.

Baca Juga:   Prabowo Tinjau Produksi CN235, Tantang PT DI Setahun Bikin 24 Pesawat!

“Test dilanjutkan dengan melakukan engine parameter test dari flight idle sampai maximum cruise power, semua dalam keadaan normal tidak ada ubnormality,” katanya.

Kemudian, ujar Adi, diuji juga akselerasi dan decelerasi power. Semua engine data antara kiri dan kanan menunjukkan relatif sama.

“Tidak ada perbedaan antara engine kiri yang tangkinya diisi bahan bakar Jet A1 dan kanan yang diisi dengan Bioavtur,” Adi menjelasakan. (*)

Sumber: esdm.go.id

Komentar

Berita Lainnya