LIMAPULUH KOTA – Petani di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, tidak lama lagi akan bisa panen mimimal dua kali setahun.
Selama ini, lahan pertanian yang ada di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan ini, mengalami kekurangan air bahkan sampai kekeringan.
Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas PUPR melakukan perbaikan saluran air di sana, yakni saluran Banda Subarang.
Kepala Dinas PUPR Limapuluh Kota Yunire Yunirman melalui PPK Yuhendri menjelaskan, saluran Bandar Subarang membentang ke areal pertanian masyarakat Maek.
Ada ratusan hektar areal pertanian yang bergantung pada saluran tersebut.
“Ini yang kami perbaiki, sehingga ke depan saluran air bisa berfungsi baik untuk mengaliri sawah-sawah petani,” kata Yuhendri, Minggu (5/9/2021), seperti dikutip PilarbangsaNews, jaringan Siberindo.Co.
Proyek tersebut, katanya dikerjakan CV Prima Jaya dengan nilai kontrak Rp820 juta.
Pihak CV Prima Jaya, Donal Mahaputra menjelaskan, pembangunan saluran Banda Subarang tersebut masih dalam tahap pemasangan dinding saluran. Ada 858 meter panjang saluran yang sedang dikerjakan.
“Lokasi proyek sangat jauh dan tidak ada akses untuk distribusi material. Ini kendala kami di lapangan. Dengan kendala ini dan waktu kontrak, proyek ini kita genjot habis,” ujar Donal Mahaputra.
Katanya lagi, karena tidak ada akses, distribusi material seperti semen, kerikil, batu, pasir, terpaksa dilakukan dengan memanfaatkan sling yang dihubungkan dari tebing ke tebing.
“Seluruh material diangkut dengan sling yang saling menyambung. Mudah-mudahan kerja keras kami memberi manfaat ke petani di Maek nantinya,” ujar Ronal lagi. (PB)











Komentar