oleh

Usia 30-an Tubuh Cepat Lelah Padahal Tak Kerja Berat. Mengapa?

JAKARTA–Usia manusia terus bertambah. Sehingga ketika menginjak usia 30-an, seringkali tubuh merasakan cepat lelah, padahal tidak melakukan aktivitas yang berat.

Berbeda saat usia 20-an aktivitas dua kali lebih berat tidak merasa capek sedikitpun. Mengapa demikian?

“Kelelahan pada usia produktif bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti terlalu banyak beraktivitas sehingga lupa beristirahat. Tidur yang kurang, ada gangguan kesehatan serta kurang kalori atau makanan,” ujar Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur dilansir detik.com.

Baca Juga:   Soal Sanksi FA kepada Cavani, Akademi Bahasa Nasional Uruguay Marah. Mengapa?

dr Muliaman mengatakan hal tersebut juga bisa terjadi karena penurunan massa otot dan meningkatnya lemak dalam tubuh yang membuat massa otot bekerja lebih keras dari biasanya. Inilah yang membuat tubuh menjadi mudah lelah.

“Sebab memasuki usia 30 tahunan beberapa organ fungsinya juga mulai menurun seperti pembuluh darah dan jantung. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah menjadi lebih kaku sehingga jantung pun harus bekerja lebih keras untuk memompa darah,” jelasnya

Baca Juga:   Aceh Jadi Provinsi Termiskin di Sumatera, Mengapa?

Ketika usia masuk 30 tahun ini, disebutnya risiko osteoporosis dapat terjadi lebih besar dan sendi di antara tulang juga mulai sedikit sehingga sering terjadi nyeri sendi. Sementara pada otot yang tidak dilatih dan tidak mendapatkan nutrisi dengan baik, mulai kendor usia ini.

Karena itu, dr Muliaman menyarankan ketika memasuki usia 30-40 tahun yang bisa dilakukan adalah memperlama proses penuaan tersebut. Proses penuaan ini harus dilawan walau tidak seberhasil dengan mencegahnya. Mulailah menjalani gaya hidup sehat agar dapat memaksimalkan fungsi tubuh seiring dengan pertambahan usia.

Baca Juga:   Aceh Jadi Provinsi Termiskin di Sumatera, Mengapa?

“Seperti banyak minum air putih, hindari stress kronis, tetap berolahraga 30 menit sehari, konsumsi makanan yang bergizi seperti protein yang tinggi, kalsium, omega 3 dan omega 6 antioksidan dan vitamin mineral lainnya,” ungkap dr Muliaman.

(*/cr2)

Komentar

Berita Lainnya