oleh

Petani Jaya Mulya Panen Raya di Lahan 970 Hektare

INDRAMAYU–Sempat diprediksi gagal panen tanam gadu karena sumber pengairan di irigasi Bendung Salam Darma mengalami perbaikan, kini masyarakat petani Desa Jaya Mulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, bernapas lega, 970 hektare pesawahan di desa tersebut bakal panen.

Pertanian di wilayah Kecamatan Kroya sebagian besar mengandalkan sumber pengairan dari tadah hujan.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19i, beberapa desa akan panen raya musim tanam gadu 2021 dengan hasil yang sangat memuaskan.

Ketua Kelompok Tani Sri Makmur Desa Jaya Mulya, Arya Darma bersyukur atas panen raya di wilayahnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari perhatian, kepedulian, dan dukungan Bupati Indramayu.

Para petani melakukan percepatan proses pengolahan masa tanam, termasuk mendorong PJT II agar maksimal menggelontorkan air.

“Atas nama pribadi kelompok tani, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Ibu Nina Agustina yang telah memberi perhatian kepada petani.

“Terima kasih atas bantuan traktor dan mesin pompanya yang sangat berguna bagi petani,” katanya, Senin (5/7/2021).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Takhmid Sarbini mengatakan keberhasilan tanam gadu di Kecamatan Kroya, bukan hanya di Desa Jaya Mulya.

Beberapa desa lainnya seperti Desa Tanjungkerta, Temiyang, dan Temiyangsari, Sumbon, Sukaskamet, Sukamelang, dan Sumberjaya serta Desa Kroya mencapai hasil yang sama.

Saat ini desa-desaitu sedang melakukan panen dengan nilai produksi 6,5 – 7 ton per hektar dengan harga gabah kisaran Rp 4.000,00 – Rp 4.100,00 per kilogram GKP.

”Ini tentu saja kabar yang menggembirakan bagi kita semua, karena panen masa tanam gadu di Kecamatan Kroya berhasil walaupun biaya produksinya sangat tinggi,” katanya.

Tingginya biaya produksi tersebut ditopang oleh biaya operasional pompanisasi yang harus disiapkan petani agar tanaman padi musim tanam gadu dapat berhasil.

“Ditambah cuaca hujan agar bagus, karena memang sebagian besar kawasan pertanian di Kecamatan Kroya areal tadah hujan tidak bisa mengandalkan sumber air dari irigasi teknis,” pungkasnya. (Kang Supardi)

Komentar

Berita Lainnya