oleh

Dokter Cantik Hobi Ngopi, Siang Malam Layani Vaksinasi Warga di Pedalaman

POLMAN – Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan dengan berbagai cara, hingga menjangkau pelosok desa.

Selain harus melewati medan berat, kondisi fisik ditutut ketika harus bekerja dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Hal tersebut dikemukakan Tim medis dari Puskesmas Tubbi Taramanu (Tutar), Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, dr Febriana Ruth Wuwung.

Menurut dia, beberapa desa di Kecamatan Tutar masih sulit dijangkau, karena melewati medan cukup berat. Menjadi tantangan tim vaksinator dalam menjalankan tugas.

Perjalanan yang ditempuh dengan medan yang sulit dijangkau, menjadi kendala saat pelaksanaan vaksinasi di daerah Tutar.

“Masalah cuaca juga, kalau datang hujan akan mempersulit perjalanan kami menuju lokasi pelayanan vaksinasi,“ kata dr Febriana seusai melakukan vaksinasi di Desa Peburru, Kamis (04/11/2021) siang.

Dokter yang akrab disapa Febri itu juga mengungkapkan, pelayanan vaksinasi di daerah pedalaman kerap dilangsungkan hingga malam hari.

Baca Juga:   Kasus Meningkat, Bupati Polman Keluhkan Susahnya Mendapatkan Oksigen

Diakui, terkadang Tim harus menunggu warga yang baru berdatangan sore hari, sepulang dari kebun.

Kadang, pelaksanaan vaksinasi itu dilakukan dari jam sembilan pagi sampai jam sepuluh malam.

Karena desa yang ditempuh itu jauh, jadi tim memaksimalkan waktu yang ada supaya bisa menjangkau seluruh masyarakat.

“Apalagi, masyarakat di daerah terpencil yang kami kunjungi, biasa pekerja kebun, jadi ditunggui dulu sampai sore, baru bisa ikut melakukan vaksinasi.” tuturnya.

Dokter cantik berusia 27 tahun ini mengaku bahagia, melihat tingginya animo warga pedalaman untuk mendapat suntikan vaksin.

Hal tersebut diakui menjadi kebahagiaan, serta melecut semangat semua tim vaksinator, ketika memberi pelayanan.

“Melihat masyarakat yang antusias divaksin, masyarakat yang antusias mensupport pelaksanaan vaksinasi, jadi kebahagiaan sendiri bagi kami Tim nakes beserta dari Polsek Tutar melihat antusias masyarakat yang mau divaksin,” tuturnya.

Baca Juga:   La Nina di Jakarta Jangan Sampai Timbulkan Klaster Baru Covid-19

Walau kerap merasa lelah, dokter asal Manado, Sulawesi Utara ini, mengaku bersyukur memiliki tim kerja yang selalu saling menyemangati satu sama lainnya.

“Kalau kami di lapangan, satu tim saling menyemangati, jadi membakar semangat dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan,” katanya.

“Terus kalau dibilang, kami ini tim makan-makan, setiap kali ke desa, istirahat, saling bercengkrama pas waktu istirahat, setelah pekerjaan dimulai, semangat lagi,” ujarnya.

“Ada waktu istirahat yang kami gunakan untuk bercengkrama dan saling menyemangati antar tim,” ujar dokter kelahiran 1994 ini.

Diakui Febri, agar tetap merasa fit saat memberikan pelayanan vaksinasi kepada warga, tidak jarang dirinya menyiapkan secangkir kopi.

Bahkan kadang ia menghabiskan lima gelas kopi, ketika harus memberikan pelayanan siang malam.

“Mungkin hobi minum kopi, kalau minum kopi bisa kembali bersemangat lagi, kalau dibilang, kopi itu teman kerja juga. Rata-rata setiap kali bertugas dari pagi sampai malam, kalau ukuran gelas 200 milliliter, mungkin bisa sampai lima gelas rata-ratanya,” kata Febri sambil menyeruput secangkir kopi.

Baca Juga:   Sedap! Lempar Panas, Kuliner yang Pas Dikudap di Musim Hujan

Namun Febri tidak menyarankan warga mengikuti kebiasaan mengkonsumsi kopi dalam jumlah berlebih. Menurutnya, setiap orang memiliki batas toleransi mengkonsumsi kopi.

“Toleransi masing-masing orang, kalau saya sering diukur-ukur untuk takaran segitu masih toleransi. Tapi saya tidak menganjurkan, tetap harus dijaga, jangan terlalu berlebihan,” katanya.

Mengingat pentingnya vaksinasi COVID-19, untuk meningkatkan herd immunity, Febri mengimbau seluruh warga, agar tidak takut menerima suntikan vaksin dosis lengkap.

Ia berharap masyarakat tetap antusias melaksanakan vaksinasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua.

“Vaksinasi ini tujuannya untuk melindungi masyarakat dari Covid-19. Kami harap, masyarakat tetap ikut proses vaksinasi ini sehingga kita segera pulih dari Covid-19,” kata Febriana. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

Berita Lainnya