PEKANBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru menjadi ancaman baru dalam penanganan percepatan virus corona di Riau.
Selang beberapa hari saja, pertambahan napi yang terpapar bergerak begitu cepat. Dari awalnya 16 orang, bertambah 207 napi, dan hari ini bertambah lagi 150 orang napi yang terpapar. Total napi positif Covid-19 jadi 357 orang.
Dengan kata lain, dari 315 kasus corona di Riau pada Kamis (5/11/2020), setengahnya berasal dari klaster Lapas Kelas II A Pekanbaru.
Jumlah ini mungkin akan bertambah jika tidak ditangani serius. Lapas Pekanbaru akan menjadi penyumbang kasus corona terbesar di Riau.
Ini salah satunya disebabkan over kapasitas penghuni lapas yang tiga kali lipat banyaknya, dari yang semestinya. Jika penanganan corona di lapas tidak dilakukan seksama dan cepat, lapas bisa menjadi camp penularan virus Covid-19 tercepat dan terbanyak di Riau.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau Ibnu Chuldun saat melaporkan kondisi lapas kepada Gubernur Riau H Syamsuar di kediaman dinasnya, Jalan Diponegoro, Kamis (5/11/20), mengakui penularan Covid-19 di lapas Pekanbaru termasuk cepat. Hari ini saja, terjadi penambahan 150 napi yang terpapar. Hingga jumlahnya menjadi 357 napi.
“Dari hasil swab yang dilakukan bertahap, hari ini ada tambahan 150 narapida positif Covid-19,” kata Ibnu seperti dilansir iniriau.com, grup siberindo.co.
Untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas, pihak Lapas memberlakukan blok khusus, yakni Blok G. Di blok ini, narapidana positif diisolasi dan menjalani perawatan layaknya pasien corona.
Ibnu meminta pihak keluarga narapidana tidak khawatir, karena pengawasan dan pelayanan kesehatan menjadi perhatian pihaknya. Pihak lapas memberi asupan gizi dan vitamin untuk meningkatkankan imunitas napi.
Pihak lapas juga memberlakukan protokol kesehatan kepada semua penghuni lapas, agar penyebaran corona bisa dihambat.(nn)











Komentar