TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) masih terus dirongrong tingginya pengangguran. Data terakhir, pada 2020, jumlah penganggur di Kaltara mencapai 20.867 orang dengan angkatan kerja 369.526 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kaltara H Armin Mustafa mengatakan, berbagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran. Di antaranya penciptaan dan perluasan kesempatan kerja melalui penyediaan informasi bursa kerja atau job fair.
“Kita juga akan menyelenggarakan pemagangan dilakukan selama 5 bulan di tiap perusahaan, dengan formasi jabatan meliputi mekanik dan pembantu mekanik, welder, administrasi, resepsionis, elektrikal, ware house, pastry atau bakery, cook, waiters serta room attendant,” katanya.
Ada pula pelatihan ketenagakerjaan di Balai Latihan Kerja (BLK) maupun bekerja sama dengan pihak swasta atau wirausaha, serta melakukan sosialisasi ke perusahaan terkait penempatan tenaga kerja di wilayah Kaltara.
“Tahun ini, Disnaker Kaltara juga telah melaksanakan program pelatihan ketenagakerjaan, seperti pelatihan kewirausahaan menjahit masker yang diikuti 60 orang di Bulungan, pelatihan Tata Boga 30 orang dan menjahit masker 30 orang di Kota Tarakan serta pelatihan tata boga 60 orang di Nunukan,” jelasnya.
Selain itu, digelar pelatihan alat berat bagi 16 orang di Jakarta, serta pemagangan dalam negeri untuk 67 orang yang ditempatkan di 16 perusahaan dengan menekankan keterampilan atau praktik yang kelak menjadi dasar dalam berwirausaha.
“Dalam menopang upaya penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kaltara ini, kami mengacu pada UU No. 13/2013 tentang Ketenagakerjaan. Di sini, kami juga mendorong terbangunnya kerja sama antara Disnaker provinsi dan kabupaten/kota dengan dunia usaha. Dengan tujuan utama, menciptakan tenaga kerja profesional, berkualitas, terlatih dan berpengalaman,” tutupnya.(rz/mk)










Komentar