oleh

Rayakan Ulang Tahun ke 75, TNI Masih Harus Hadapi Dua Tantangan Besar

JAKARTA – TNI menjadi elemen penting dalam Satuan Tugas Penanganan Covid-19, selain para tenaga medis.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di akun twitter pribadinya, Senin (5/10/2020).

“Kita berharap peran utama TNI tentulah tetap berada di lapangan pertahanan,” tulisnya di akun @fadlizon.

Kontribusi TNI untuk bangsa dan negara, lanjut dia, bukan hanya berada di lapangan militer, melainkan juga dalam berbagai lapangan kehidupan lainnya.

“TNI, misalnya, selalu berada di garda depan dalam berbagai penanganan bencana di tanah air, termasuk saat ini (pandemi),” kata dia.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra ini menyebutkan, ada dua tantangan besar yang sedang dihadapi TNI. 

Baca Juga:   Penanggulangan Bencana Harus Tetap Perhatikan Prokes

Pertama, tantangan global. Di mana pandemi ini bukan hanya telah berdampak pada masalah kesehatan dan ekonomi, tapi juga turut mengubah dinamika hubungan internasional.

“Saat ini tak ada lagi kepemimpinan global yang dominan. Terbukti, menghadapi pandemi ini, semua negara cenderung mencari jalan keluar sendiri-sendiri. Tak ada kerjasama internasional. Paling jauh hanya kerjasama multilateral,” katanya.

Namun dari sisi militer, kata dia, harus dicermati terkikisnya peran lembaga-lembaga internasional. Fadli Zon merasa ada sejumlah konflik yang tidak akan pernah bisa diselesaikan tanpa kerjasama internasional yang luas.

“Misalnya saja konflik Laut Cina Selatan, yang ada di pekarangan kita sendiri. Di tengah perang urat saraf antara Amerika dengan Cina di Laut Cina Selatan, kita berharap TNI tidak kehilangan orientasi strategisnya,” ujarnya.

Baca Juga:   Kontras Klaim Indonesia Alami Krisis Demokrasi

Tantangan kedua berada di dalam negeri. Sesudah dua puluh tahun Reformasi, Indonesia saat ini kembali berada di persimpangan sejarah.

“Kian terkonsolidasinya kekuasaan di tangan eksekutif, sebagaimana yg terjadi sejak pandemi ini menerjang, tengah menarik mundur praktik demokrasi kita. Apakah demokrasi kita akan terus mundur, atau bisa memperbaiki diri, salah satunya juga tergantung pada TNI,” imbuhnya.

Di tengah tarik-ulur ini, Ia berharap agar TNI bisa menjaga profesionalitasnya, tidak tergiur menjadi alat kekuasaan.

Baca Juga:   KPK Juga Amankan Istri Menteri KKP, Pejabat dan Belasan Orang dari Swasta

TNI harus menyadari jika dirinya tumbuh dan berkembang sebagai tentara rakyat, sehingga tak boleh dibenturkan dengan rakyat,” kata Fadli Zon.

Selain itu, TNI juga harus bisa menjaga diri agar tak terjerat oleh kekuatan politik manapun, termasuk para oligarki ekonomi.

“Sesuai Sapta Marga, TNI adalah alat negara, bukan alat politik golongan tertentu dan menghadapi dua tantangan tadi, kita sekali lagi berharap TNI tak kehilangan orientasi strategisnya sebagai penjaga pertahanan dan kedaulatan negara. Kita ingin TNI yang kuat menjaga Indonesia Raya,” demikian tulis Fadli Zon dalam utas di twitternya. (sam)

Komentar

Berita Lainnya