oleh

Petugas Pemulasaraan Jenazah RSUD Sultan Imanuddin Mulai Kewalahan

PANGKALAN BUN–Petugas instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, kewalahan mengurus jenazah pasien Covid-19. Pasalnya, jumlah petugas terbatas tidak sebanding dengan kasus kematian yang semakin meningkat.

Dokter Forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Eryanto Tanjung, mengatakan petugas yang menangani jenazah sangat minim dan tidak sebanding dengan jumlah jenazah yang diurus.

“Terus terang kami kewalahan. Tenaga yang ada sangat sedikit dan harus mengurus semua dari memandikan sampai penguburan,” kata dr Eryanto Tanjung, seperti dikutip dari Intimnews.com, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga:   Vaksin Temuan dr Terawan Terobosan dan Inovasi Anak Bangsa

Instalasi kamar jenazah RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mencatat, angka kematian pasien rumah sakit ini mengalami peningkatan. Menurutnya, total jumlah kematian pada Jumat (2/8) tercatat sebanyak 173.

Setiap harinya tujuh sampai 10 orang yang meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19 ini, terang dr Eryanto Tanjung.

Tingginya angka kematian di rumah sakit ini, lanjutnya, tidak diimbangi dengan jumlah tenaga yang tersedia di kamar jenazah. instalasi pemulasaraan, kata dr Eryanto Tanjung.

Baca Juga:   Golkar Senayan: Vaksin Nusantara Pintu Masuk Kedaulatan di Bidang Kesehatan 

Dari satu bulan terakhir peningkatan pulasaraan di RSUD terjadi peningkatan yang signifikan, sehingga tenaga pemulasaraan jenazah kewalahan dalam melakukan tindakan sekaligus.

Bahkan, lanjutnya, sistem yang dibentuk hingga kematian diantre dari kasus 7-10 jenazah per hari dari jenazah dengan tenaga terbatas, dan kami sangat kewalahan.

Namun, kata dr Eryanto Tanjung, pihaknya tetap enjoy dengan antrean, dan hanya sedikit rehat untuk pemulasaraan berikutnya.

Baca Juga:   Gus AMI Ajak Warga Demak Solidkan Barisan Lawan Covid-19

Jika antrean jenazah satu hari lalu belum diambil, dikawatirkan mengalami proses pembusukan, dan ini diantisipasi dan dijaga jangan sampai terjadi. (Yusro Arodi)

Komentar

Berita Lainnya