oleh

Longsor, Akses Utama Menuju Tutar-Polman Putus

POLEWALI MANDAR–Peristiwa tanah longsor kembali memutus akses jalan utama menuju sejumlah wilayah di Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Sejumlah personel kepolisian turun tangan membantu warga melewati material longsor.

Diketahui, longsor yang memutus akses jalan ini, terjadi Minggu (3/7) malam sekitar pukul 20:00 WITA. Tebing di sisi jalan longsor usai diguyur hujan deras.

“Kejadian semalam (Minggu malam), penyebabnya hujan deras sekitar hampir dua jam,” kata anggota Polsek Tutar, Aipda Solihin, kepada wartawan di lokasi longsor, Senin (4/7/2022)

Baca Juga:   Banjir-Longsor Landa Kabupaten Agam, Jalan Lintas Sumatera Terancam

Solihin berharap, pemerintah segera mengirim alat berat untuk membersihkan material longsor, Apalagi, jalan yang tertutup longsor merupakan akses utama menuju ibu kota kecamatan, termasuk satu kelurahan dan desa.

“Sangat butuh alat berat, soalnya ini jalan poros menuju Padang Mawalle, ibu kota kecamatan. Ada dua yang terdampak, satu Kelurahan Taramanu dengan Desa Poda-poda,” tandasnya.

Baca Juga:   24 Jam Tertutup Longsor, Jalan Poros Mamasa-Mamuju Akhirnya Bisa Dilalui

Beradasarkan pantauan wartawan, titik longsor yang melumpuhkan aktivitas warga ini berada di Kelurahan Taramanu, Kecamatan Tutar. Setidaknya ada dua titik longsor yang sulit dilalui warga.

Titik longsor pertama yang hampir menutup seluruh badan jalan berada di Jalan Poros Taramanu. Titik longsor paling parah berada di Lingkungan Lullung, Kelurahan Taramanu. Akses jalan sepanjang seratus meter tertutup longsor dengan ketinggian mencapai satu meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Baca Juga:   Sempat Terhenti, Pembersihan Longsor di Nagari Tanjung Sani Dilanjutkan

“Setengah mati sekali masyarakat, mau ini bawa alat berat ke sini untuk bersihkan longsor,” ungkap salah satu warga, Aci.

Dibantu personil polisi dari Polsek Tutar, warga yang ingin melanjutkan perjalanan, harus berjuang melewati material longsor yang terdiri dari tanah berlumpur bercampur batang kayu besar. (thaya/sur-paceko)

Berita Lainnya