AMBON-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku memastikan harga dan stok bahan pokok (bapok) menjelang perayaan Idul Adha, Minggu 10 Juli mendatang, stabil dan tersedia. Untuk itu, masyarakat diminta tidak panik.
Disperindag bersama pemangku kepentingan lainnya terus melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan serta stabilitas Bapok dengan tim Satgas pangan.
”Kita selalu melakukan tugas koordinasi ke daerah sentra. Kita ketahui bahwa kebutuhan bapok di Maluku kebanyakan dari daerah-daerah sentra di Surabaya dan Makasar,” kata Kadis Perindag Maluku, Yahya Kotta, SPt, MSi, kepada info-ambon.com, grup Siberindo.co, Senin (4/7/2022).
Koordinasi Disperindag Maluku, dengan berbagai pihak seperti dengan Satgas pangan dan juga dengan distributor, Perhubungan, pelayaran suasta, dan Disperindag Kabupaten/kota agar menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bapok.
Yahya Kotra mengaku, menjelang Idul Adha, ada sejumlah bapok yang mengalami fluktuasi kenaikan seperti bawang merah, cabe merah dan cabe rawit.
Sementara persoalan minyak goreng, kata dia, berskala nasional. Namun, tidak ada antrean untuk mendapat ninyak goreng.
”Nah, kebijakan Pempus, minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter dan Rp 15 ribu per kilo gram. Didaerah lain mungkin ada kenaikan harga. Kalau di Ambon tersedia dengan cukup dan harga yang terjangkau,”terangnya.
Apalagi, ingat dia, petugas Disperindag Maluku, intensif melakukan pantauan saat minyak goreng dibongkar di kapal hingga ke distributor serta penjualan.
“Tapi mekanisme penjualan kita masih tunggu petunjuk pusat, setelah keterangan Menko Marves itu, pembelian ninyak goreng curah dengan kemasan sederhana menggunakan aplikasi Pedulilindungi,” sebutnya.
Soal komoditi lain, dia mengaku, harga komoditi lokal yang lain mengalami kenaikan harga disebabkan didatangkan dari daerah sentra seperti cabe merah dari Makasar.
“Kalau di Maluku tidak menyuplai. Ini karena di daerah sentra Makasar terjadi kenaikan, sehingga memicu kenaikan di daerah Maluku,” katanya.
Dia mencontohkan, cabe merah mengalami kenaikan dari medio Juni 2022, dari Rp52 ribu per kilogram menjadi Rp65 per kilogram. Jadi kenaikan sekitar Rp12.500 atau 24 persen. Begitu juga dengan cabe rawit, disuplai di Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, dan Buru.
“Tapi karena kondisi iklim, terjadi gagal panen. Begitu juga pedagang memanfaatkan penjualan antarpulau. Ada yang dipasok ke Papua, ketimbang dipatok ke Kota Ambon. Mungkin harga di Papua lebih tinggi. Kenaikan ini 100 persen lebih. Karena kenaikan mulai dari Rp35 ribu per kilogram, menjadi 80 ribu per kilogram,” paparnya.
Sedangkan bawang merah, lanjut dia, mengalami kenaikan medio Juni 2022 lalu. “Kenaikan kurang lebih 43 kilogram, menjadi Rp67 hingga Rp70 ribu per kilogram. Kurang lebih 57 persen. Penyebab kenaikan ini memang karena bawang merah banyak disuplai dari daerah sentra seperti Makasar, Probolinggo, Bima. Posisi bulan Juni 2022, karena iklim terjadi gagal panen. Akibatnya terjadi kelangkaan di daerah sentra,” bebernya.
Sejauh ini, terang dia, memang stok tersedia. Namun, karena keterbatasan stok sehingga mengalami kenaikan. “Meski begitu stok tetap ada. Data kami per Juli 2022, Bawang merah di Kota Ambon, 14,8 ton. Daya tahan 14 hari kedepan. Jadi harga naik, tapi stok terjaga,” katanya.
Soal bapok jenis beras dan gula, tambah dia, stoknya tersedia dalam jumlah yang cukup 14 hari kedepan. Dia kembali mencontohkan, beras di posisi distributor. Beras di distributor kurang lebih 3. 140 ton.
“Ketersediaan beras 45 hari ke depan. Kalau total beras tersedia di Provinsi Maluku itu sebanyak, 7,231 ton. Bahkan, rencana masuk itu 918 ton. Belum lagi beras di Bulog maupun pada sentra lokal,” tegasnya.
Sementara, gula pasir tersedia di Kota Ambon, sebanyak 275,1 ton. Stok gula pasir tersedia 30 hari ke depan.
”Rencana gula pasir masuk 728, 6 ton. Jadi kondisi ketersediaan bapok ini (gula pasir) boleh dikatakan terjamin, karena transportasi laut begitu lancar. Seperti pelayaran swasta seperti Spil, Temas, dan Tanto serta Meratus. Jadi mereka angkut bapok 3 hari dalam seminggu. Begitu juga dengan pelayaran PT Pelni,” sebutnya.(pj/info-ambon)










