JAKARTA – Penggemar saga The Conjuring harus bersabar selama lima tahun menantikan kelanjutannya. James Wan terakhir kali meneror penonton horor dengan Valak. Kini, pasangan Ed dan Lorraine Warren kembali dalam saga ke-3 ‘The Conjuring: The Devil Made Me Do It’.
Saga ini semestinya dirilis pada 2020 lalu. Namun situasi pandemi terjadi dan memaksa semua film box office batal pamer di layar lebar, termasuk The Conjuring. Apalagi, Warner Bros amat menyayangi saga horor ini sebagai pengeruk pundi-pundi setelah Tenet tak memenujhi harapan.
Namun sajian kisah The Conjuring kali ini sedikit berbeda daripada dua film sebelumnya, seperti dilansir CNN, Jumat (4/6/2021).
Melalui sebuah video Behind the Scene—James Wan menjelaskan gambaran umum film ini, yaitu diangkat dari sebuah kasus pembunuhan yang untuk pertama kalinya dalam sejarah hukum Amerika Serikat, klaim kerasukan dijadikan sebuah pembelaan.
Gagasan ide yang dikemukakan James Wan, dan Vera Farmiga juga Patrick Wilson sebagai pemain Lorraine dan Ed Warren, sebenarnya menjanjikan. Namun apakah gagasan itu akan semenarik dua saga sebelumnya saat dituang dalam gambar bergerak?
Jawabannya kembali ke penonton. Saya sendiri sulit memutuskan apakah film ini lebih menarik atau tidak, bila dibanding dua kisah sebelumnya. Sederhananya, The Conjuring 3 lebih mirip film kriminal-thriller dengan bumbu horor. Dengan kata lain pula, film ini lebih rasional dibanding saga pertama dan kedua.
Hal ini berbeda dibanding The Conjuring 1 dan 2 yang lebih fokus dengan segala kehororan supranatural dalam sebuah rumah, yang kadang tak bisa dijelaskan secara nalar tapi mampu membuat penonton menjerit-jerit.
Ahmad Tri Adi, mahasiswa semester 6 Jurusan Teknik Biomedik, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya yang baru saja menonton film ini berkata, ”Dibandingkan yang kedua, masih lebih bagus film sebelumnya. Tapi Dibilang jelek juga nggak. Saya malah sempat teriak saat ada jump scare di awal film.”
Tertarik? Saat ini film tersebut sedang beredar di Indonesia. (ben)









Komentar