YOGYAKARTA – Seorang pelajar SMA MUhammadiyah 2 Yogyakarta, Daffa Adzin Albazith (17), jadi korban klitih di Jalan Gedongkuning, Kota Yogyakarta, Minggu (3/4/2022) dini hari.
Dia tewas setelah dikeroyok kawanan pelaku dan dihajar benda tajam hingga tewas oleh gerombolan jalanan (Klitih) itu.
Korban diketahui merupakan anak salah seorang anggota DPRD Kebumen.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Slamet Purwo membenarkan jika Daffa merupakan salah satu siswanya.
Dia adalah siswa kelas XI IPS 3 berasal dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
“Saya kaget dengan kejadian yang menimpa anak didik saya tersebut. Korban adalah anak yang pendiam,” kata Slamet, Senin (4/3/2022).
Korban meninggal saat dirawat di RSPAU Hardjolukito. Korban meninggal di rumah sakit pukul 09.30. Pihak sekolah juga mengantarkan jenazah ke rumah duka di Kebumen.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat menindak tegas pelaku kejahatan jalanan ini.
Sultan menyampaikan hal itu, menanggapi munculnya kembali kasus kejahatan jalanan pada Minggu (3/4/2021) yang menewaskan Daffa.
“Ini pelanggaran pidana, saya kira dicari aja, diproses. Menurut saya, itu sudah berlebih. Diproses saja secara hukum,” kata Sultan, Senin (4/4/2022).
Sultan berharap kepolisian segera menangkap pelaku. Sekalipun pelakunya ini masuk kategori remaja hingga anak-anak, ia meminta proses hukum tetap berjalan karena sudah menimbulkan korban tewas.
Sultan mendorong polisi tidak menerapkan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan.
Menurut Sultan, kasus ini harus diproses secara hukum. Perkara nanti ternyata pelakunya masih di bawah umur, tetap harus dicari celah pidananya.
“Soalnya, korbannya sampai meninggal. Penegak hukum bisa cari cara agar dia diproses di pengadilan,” kata Sultan.
Bagi Sultan, pemda dan petugas keamanan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri menangani persoalan kejahatan jalanan yang bak telah mengakar ini.
Faktor lingkungan, seperti masyarakat atau orang tua juga memiliki andil besar dalam mengontrol aktivitas anak-anak mereka, termasuk selama bulan ramadan ini. (*/Siberindo.co)







