JAYAPURA – Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz sukses mengevakuasi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Puncak, Papua, Sabtu (5/3/2022) pagi.
Pada pukul 10.13 WIT tim berhasil melakukan evakuasi terhadap korban yang selamat atas nama Nelson.
Selanjutnya korban langsung ditangani tim dokter untuk perawatan medis dan trauma healing.
Sementara itu, Polda Papua menyatakan evakuasi karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT), korban penyerangan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak menggunakan dua helikopter.
Dua helikopter itu terdiri dari milik perusahaan (PTT) dan milik TNI. “Persiapannya dilakukan di Timika,” kata Direktur Reskrimum Polda Papua Komisaris Besar Faizal Rahmadani, Jumat (4/3/2022).
Penggunaan helikopter, kata dia, karena medan yang sulit. Lokasi BTS3 berada di atas gunung yang berjarak sekitar 15 km dari Beoga.
Tak ada akses darat untuk kendaraan menuju lokasi. Hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki yang berisiko tinggi.
Beberapa skenario disiapkan untuk melakukan proses evakuasi terhadap 8 jenazah korban penembakan tersebut.
“Sabtu (5/3/2022) kami lakukan evakuasi. Namun tetap melihat perkembangan cuaca,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Muhammad Firman, Jumat (4/3/2022).
Firman mengatakan, dia telah minta bantuan melalui Kapolda Papua untuk berkoordinasi dengan Bupati Kabupaten Puncak, agar dapat menyisir lokasi guna mengetahui keberadaan para korban.
Rabu (2/3/2022) delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.
Kedelapan pekerja sipil itu diserang saat mereka memperbaiki menara Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel.
Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Aqsha Erlangga menjelaskan, peristiwa itu diketahui dari seorang karyawan PTT bernama Ali yang melaporkan via telepon.
Aqsha mengatakan, korban yang selamat dari peristiwa penyerangan itu masih berada di wilayah sekitar bersama jenazah rekan-rekannya.
Evakuasi tak bisa dilakukan saat itu karena terkendala cuaca, dan baru bisa dilaksanakan setelah situasi memungkinkan.
“Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih akan membantu evakuasi serta akan mencari pelaku pembunuh,” kata Aqsha. (*/Siberindo.co)
– dari berbagai sumber







